Breaking News:

Berita Jawa Timur

Masih Ada Travel Warning, Banyak Tour Wisman Eropa yang Dibatalkan Hingga Agustus

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur (Disbudpar Jatim) menyiapkan sejumlah skema dalam rangka menyambut New Normal Life di sektor Pariwisata.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
Foto dok: Wisatawan mancanegara menikmati pemandangan di Gunung Bromo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur (Disbudpar Jatim) menyiapkan sejumlah skema dalam rangka menyambut New Normal Life di sektor Pariwisata.

Kabid Pemasaran Disbudpar Jatim, Sarinigsih mengungkapkan adanya Pandemi Virus Corona (Covid-19) sangat berdampak pada sektor pariwisata sehingga membuat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) turun drastis.

"Sektor pariwisata ini yang paling merasakan dampaknya dan saat recovery nanti paling lama," kata Sarinigsih, Rabu (3/6/2020).

Salah satu faktor yang paling sulit untuk mengembalikan iklim industri Pariwisata di Jawa Timur adalah membangun kepercayaan.

"Untuk itu kita sudah menyiapkan sejumlah SOP new normal. Boleh dibuka asalkan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ucapnya.

Lebih lanjut, Sari juga mengatakan adanya Peraturan Kemenhumkam RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang larangan sementara orang asing masuk Wilayah Indonesia, juga berpengaruh besar pada kunjungan Wisman ke Jatim.

"Selain itu negara-negara lain juga masih memberikan travel warning kepada warga negaranya di masa pandemi ini," ucap Sari.

Pada bulan April kemarin, menurut Sari kunjungan Wisman ke Jawa Timur menurun sangat drastis. Hanya ada 21 Wisman yang berkunjung ke Jatim, padahal di bulan Maret masih ada 5.774 kunjungan Wisman.

"Bulan April sudah sangat terasa, sudah kami cek juga ke teman pengusaha, PHRI, travel agent yang menjual paket mancanegara ke Jawa Timur termasuk yang menggarap pasar Eropa. Sama, mereka bercerita hampir tidak ada kunjungan ke Jawa Timur," lanjut Sari.

Bahkan para travel agent yang menggarap pasar Eropa melaporkan banyak kliennya yang membatalkan tour karena Pandemi Virus Covid-19 ini hingga bulan Agustus 2020.

"Padahal sebelumnya sampai bulan Mei, itu pihak travel agent masih tidak apa-apa. Tapi kemarin baru dapat pembatalan tour sampai bulan Agustus," kata Sari.

Termasuk untuk perhotelan, walaupun diperbolehkan buka selama PSBB, menurut Sari memang tamunya tidak ada.

"Tamunya siapa, sebenarnya sama saja dengan tutup," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved