Virus Corona di Batu

Karantina Wilayah Berakhir, Desa Giripurno Kota Batu akan Terapkan Pembatasan Sosial Berskala Lokal

Keberhasilan karantina lokal mandiri sangat tergantung dari kesadaran masyarakatnya untuk mematuhi protokol kesehatan.

surya.co.id/benni indo
Proses penjemputan warga Dusun Sawahan, Desa Giripurno oleh petugas untuk menjalani perawatan di sebuah penginapan di Kota Batu. 

SURYA.CO.ID, BATU – Saat ini ada 28 pasien positif Covid-19 di Kota Batu.

Desa Giripurno menjadi tempat yang paling banyak kasus positif Covid-19.

Sebanyak 13 pasien positif berasal dari Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu telah dievakuasi untuk menjalani perawatan 14 hari di sebuah penginapan, Selasa (2/6/2020).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori mengatakan, saat ini, Desa Giripurno sedang menerapkan karantina wilayah.

Ia menegaskan, keberhasilan karantina lokal mandiri sangat tergantung dari kesadaran masyarakatnya untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Sudah dilakukan evaluasi karantina lokal yang selama ini ditangani Pemerintah Desa Giripurno. Nantinya akan dibentuk pembatasan sosial berskala lokal (PBSL) Giripurno. Konsepnya hampir sama dengan PSBB tingkat Kota, namun ini skala lokal,” jelas Chori, Selasa (2/6/2020).

Karantina lokal akan selesai tanggal 5 Juni 2020, setelah itu dilanjutkan dengan PSBL.

Camat Bumiaji ditunjuk sebagai Ketua PBSL dengan dibantu empat gugus tugas yaitu Bidang Keamanan, Bidang Desinfeksi, Bidang Jaring Pengaman Sosial dan Ekonomi serta Bidang Kesehatan.

“Selain itu juga akan dilibatkan aparat TNI / Polri, Satpol dan Linmas serta SKPD terkait,” paparnya.

Pemerintah Kota Batu sementara ini fokus ke Desa Giripurno mengingat peningkatan pasien konfirmasi positif Covid-19 yang signifikan.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved