Virus Corona di Surabaya

Update Kasus Corona di Surabaya Tak Sebanding Kapasitas Rumah Sakit, Hari ini Menkes dan BNPB Datang

Jumlah kasus positif virus corona dan PDP di Surabaya saat ini sudah tidak sebanding dengan kapasitas rumah sakit yang tersedia.

surya.co.id/ahmad zaimul haq
BEROPERASI - Seorang pasien turun dari ambulans menuju ruang perawatan di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang dibangun di Kompleks Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Surabaya, Kamis (28/5/2020). Rumah sakit lapangan yang mempunyai daya tampung 200 orang, dan bisa dimaksimalkan sampai 500 orang itu kini sudah beroperasi dan merawat pasien Covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jumlah kasus positif virus corona dan PDP di Surabaya saat ini sudah tidak sebanding dengan kapasitas rumah sakit yang tersedia. 

Hingga Senin (1/6/2020) jumlah pasien positif virus corona di Surabaya mencapai 2.633 pasien  atau meningkat 25 orang dibandingkan hari sebelumnya. 

Dengan jumlah ini Kota Surabaya menjadi penyumbang akumulasi terbanyak di Jawa TImur yang hingga kemarin kasus positif virus corona di Jatim mencapai 4.920 kasus. 

Kasus di Jatim ini pun meningkat 95 pasien dibandingkan hari sebelumnya. 

Dari jumlah tersebut yang masih menjalani perawatan hingga saat ini berjumlah 3.775 pasien

Sedangkan total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 6.687 pasien, dan yang masih diawasi ada 3.202 pasien.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi mengakui jika ketersediaan ruang isolasi untuk merawat pasien Covid-19 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RS rujukan sangat sedikit.

Terlebih lagi di Kota Surabaya yang kasusnya terus meningkat secara signifikan setiap harinya.

"Di Surabaya memang kasusnya begitu besar antara rumah sakit yang tersedia dengan jumlah PDP dan konfrim itu tidak cukup lagi," kata Joni, Senin (1/6/2020).

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi.
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi. (surya.co.id/fatimatuz zahro)

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Joni menjelaskan tidak semua pasien positif Covid-19 dan PDP harus dirawat di RS rujukan atau di ruang isolasi.

Halaman
1234
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved