Berita Jember

Respons KBIH Jember Setelah Tahu Ibadah Haji 2020 Ditiadakan

Kemenag mengambil keputusan meniadakan ibadah haji 2020 untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyaman CJH asal Indonesia.

SURYAOnline/sri wahyunik
Para jemaah haji Kabupaten Jember menjelang keberangkatam yang dilepas Bupati Faida pada 2019 silam. 

SURYA.co.id | JEMBER - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Kabupaten Jember menerima keputusan pembatalan keberangkatan ibadah haji 1441 H/2020 M meskipun dengan berat hati.

KH Madini Farouq, Ketua KBIH Bismika Jember yang sekaligus Ketua Forum Komunikasi (FK) KBIHU Jember menyampaikan, pernyataan tersebut ketika diwawancarai Surya.co.id, Selasa (2/6/2020).

"Saya selaku Ketua KBIH Bismika Jember, dan juga Ketua Forum Komunikasi KBIHU Kabupaten Jember, juga pengurus FK KBIHU Jawa Timur, menerima keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama. Apa yang jadi keputusan pemerintah untuk tidak memberangkatkan ibadah haji di masa pandemi Covid-19 ini diambil melalui berbagai macam kajian cukup komprehensif. Karenanya, kami mendukung dan menerima keputusan ini walaupun agak berat hati, namun memang harus diambil," tegas Gus Mamak, panggilan akrab KH Madini Farouq.

Menurutnya, Kemenag mengambil keputusan meniadakan ibadah haji 2020 untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyaman CJH asal Indonesia.

Di sisi lain, lanjutnya, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan keputusan apakah tahun ini tetap ada pelaksanaan ibadah haji atau tidak.

"Karenanya, pemerintah tidak mungkin 'gambling' di detik-detik terakhir, sementara Pemerintah Saudi belum memastikan apakah tahun ini ada pelaksanaan ibadah haji atau tidak. Tidak mungkin persiapan dilakukan dalam waktu mepet," imbuhnya.

Tahun ini tercatat ada sekitar 150 CJH Jember yang terbagung di KBIH Bismika Jember. Setelah ada pengumuman resmi dari Kemenag tersebut, kata Gus Mamak, pihaknya segera meneruskan informasi tersebut ke CJH.

Pemberian informasi itu disertai dengan pemahaman kepada CJH.

"Selanjutnya kami informasikan kepada CJH dan memberikan pemahaman kalau haji itu merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Takdir saat ini tidak berangkat karena Corona itu hanya sebab. Yang terpenting semuanya dikembalikan kepada Allah, dan berdoa bersama untuk keselamatan CJH," ujarnya.

Dia menyarankan kepada CJH untuk tetap menjaga kesehatan, dan menjalankan aktivitas secara aman.

"Mudah-mudahan diberi panjang umur, dan bisa melaksanakan ibadah haji tahun 2021, tahun depan," pungkasnya.

Seperti diberitakan, pemeritah melalui Menteri Agama Fachrul Razi mengumumkan pembatalan keberangkatan ibadah haji 1441 H/2020 M pada Selasa (2/6/2020). Kebijakan tersebut membuat 1.814 orang CJH asal Jember yang sudah melunasi biaya haji tahun ini batal berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved