Berita Nganjuk

KRONOLOGI Dua Warga Jombang Pemasok Sabu ke Kabupaten Nganjuk Diringkus Polisi di Kandang Ayam

Dua tersangka asal Jombang pemasok narkotika jenis sabu ke wilayah Kabupaten Nganjuk diringkus tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

surya.co.id/ahmad amru muiz
Barang bukti ganja dan poket sabu yang diamankan tim Rajawali Satresnarkoba Polres Nganjuk dari dua orang tersangka pengedar asal Jombang. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Dua tersangka asal Jombang pemasok narkotika jenis sabu ke wilayah Kabupaten Nganjuk diringkus tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

Saat dilakukan penangkapan keduanya berada di sebuah kandang ayam.

Mereka adalah  Yeyen (33) dan Rifan Indra (22) keduanya warga Desa Tegaran Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang kini dimasukkan tahanan Mapolres Nganjuk.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara mendampingi Kapolres Nganjuk, AKBP Handono Subiakto menjelaskan, dari tangan kedua orang tersangka diamankan satu poket klip narkotika jenis sabu seberat 0,3 gram, narkotika jenis ganja dalam kantong plastik seberat 110 gram, dan tujuh paket kemasan ganja siap edar.

"Selain itu, tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk juga mengamankan barang bukti seperangkat alat hisap sabu dari kedua tersangka," kata Rony Yunimantara, Selasa (2/6/2020).

Dijelaskan Rony, penangkapan terhadap dua tersangka pengedar sabu asal Jombang tersebut berdasarkan keterangan tersangka pengedar sabu yang telah ditangkap sebelumnya.

Dari keterangan tersangka tersebut langsung dilakukan tindak lanjut penyelidikan hingga akhirnya diketahui keberadaan dari kedua tersangka.

"Saat ditangkap, keduanya berada di salah satu kandang peternakan ayam di Desa Tegaran," ucap Rony Yunimantara.

Menurut Rony, penangkapan terhadap pengedar dan pemasok sabu ke wilayah Nganjuk dilakukan terhadap tersangka Yeyen.

Akan tetapi, ketika diminta keterangan tersangka Yeyen mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dan ganja dari tersangka Ifan yang kebetulan juga berada di kandang ayam.

Makannya tersangka Rifan juga langsung diamankan tim Rajawali 19 Satresnarkoba untuk diproses hukum lebih lanjut.

"Kedua tersangka terancam dijerat UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara," ucap Rony.

Diharapkan, tambah Rony, jeratan hukuman penjara tersebut bisa membuat para tersangka pengedar narkotika jera dan tidak mengulangi perbuatanya. Demikian halnya dengan masyarakat diimbau untuk tidak bersinggungan dan bermain-main dengan narkoba.

"Tim Rajawali 19 Satresnarkoba tidak akan segan melakukan penangkapan dan memproses hukum siapa saja yang bermaind dengan narkoba karena pengaruhnya membahayakan generasi muda bangsa," tutur Rony Yunimantara.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved