Berita mojokerto

Ibadah Haji Tahun 2020 Dibatalkan, 1.489 CJH Asal Mojokerto Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Sebanyak 1.489 Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Mojokerto dipastikan gagal berangkat menunaikan ibadah haji reguler tahun 1441 H/ 2020

dok.tribunnews
Menteri Agama Fachrul Razi memastikan tidak memberangkatkan jamaah haji 2020. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Sebanyak 1.489 Calon Jemaah Haji asal Kabupaten Mojokerto dipastikan gagal berangkat menunaikan ibadah haji reguler tahun 1441 H/ 2020 akibat efek Pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Mojokerto, Mukti Ali mengatakan pembatalan keberangkatan ibadah haji dilakukan  sesuai Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1441/2020.

"Jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto yang terdampak penundaan maka keberangkatan mengikuti penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021," ujarnya di Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Selasa (2/5/2020).

Dia menyebut, saat ini sudah ada 1.251 jamaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan. 

"Masih ada CJH yang belum melunasi Bipih (Biaya Perjalanan ibadah Haji) sekitar 11 persen yaitu sebanyak 238 orang," ungkapnya.

Menurut dia, CJH yang gagal berangkat diperbolehkan mengambil kembali uang pelunasan Bipih. Bagi mereka yan mengambil uang tersebut maka diwajibkan kembali mengurus Bipih pada tahun depan. Pada prinsipnya, uang pelunasan Bipih dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Hasil pengelolaan uang dari BPKH itu nanti akan dikembalikan kepada masing-masing CJH menjelang pemberangkatan ke tanah suci tahun depan," ungkapnya.

Masih kata Mukti Ali, pembatalan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berdampak pada antrean yang dipastikan mundur satu tahun. 

"Sekarang Waiting list haji jika daftar tahun 2020 maka menunggu antrean sampai 28 tahun yang ditambah satu tahun kini menjadi 29 tahun kedepan," terangnya.

Meski demikian, dia menyambut baik keputusan dari Kemenag RI terkait pembatalan keberangkatan ibadah haji tahun ini lantaran sesuai kondisi selama Pandemi persiapan CJH sangat minim apalagi d

"Kami berharap CJH asal Kabupaten Mojokerto bisa memahami bahwa keputusan Kemenag RI karena keselamatan jemaah haji," tandasnya.

Perlu diketahui, sesuai jadwal seharusnya pemberangkatan haji reguler gelombang pertama di Jawa Timur akan diberangkatkan masuk ke asrama haji Sukolilo Surabaya mulai tanggal 25 Bulan Juni 2020. Sementara itu, jemaah haji asal Mojokerto akan berangkat pada gelombang kedua.

Pada gelombang pertama ada 38 kloter dari Surabaya penerbangan ke Madinah yang nantinya setelah 8 hari bergeser ke Mekkah menunggu puncak haji. Setelah itu, gelombang ke 2 dari kloter 39-83 berangkat dari Bandara Juanda penerbangan langsung Jeddah Arab Saudi.

Jemaah haji Mojokerto masuk kloter, 72, 73, 74 dan 75 terkait pemberangkatannya itu diperkirakan pada pertengahan Juli 2020.

Ibadah Haji 2020 Batal, Calon Jemaah Boleh Tarik Setoran Pelunasan, begini Caranya

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved