Berita Kediri

Bawa Pedang Panjang, Pria Mabuk Tantang Para Pengunjung Pasar Hewan di Kediri

Sebagian warga ada yang ketakutan, tapi yang lainnya melakukan perlawanan dengan mengeroyok pelaku. Akibatnya, pelaku sempat babak belur dikeroyok.

surabaya.tribunnews.com/didik mashudi
Pemuda yang ditangkap warga dan polisi setelah mengamuk dan menantang pengunjung pasar hewan di Puncu, kabupaten Kediri. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Pengunjung Pasar Hewan Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri mendadak heboh. Penyebabnya, ada pria membawa pedang tiba-tiba mengamuk menantang pengunjung pasar, Selasa (2/6/2020).

Kontan saja puluhan pengunjung pasar menjadi panik. Warga semula menduga pria membawa pedang merupakan teroris yang akan melakukan teror. Karena beberapa waktu lalu ada teroris yang meneror Kantor Polsek di Kalimantan.

Apalagi desain pedang sepanjang satu meter yang dibawa pelaku tidak seperti lazimnya pedang pada umumnya. Bentuk pedang ada lengkungan menyerupai keris dengan kedua sisinya yang tajam.

Sebagian warga ada yang ketakutan, tapi yang lainnya melakukan perlawanan dengan mengeroyok pelaku. Akibatnya, pelaku sempat babak belur dihakimi massa yang marah.

Petugas kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Puncu, AKP Bowo Wicaksono begitu mendapatkan laporan langsung meluncur ke TKP mengamankan pelaku dari amukan massa.

Petugas secara persuasif dapat menenangkan massa yang mengepung pelaku di salah satu warung di dalam areal pasar. Selanjutnya pelaku dikawal anggota polisi dibawa dengan mobil patroli Polsek Puncu untuk diamankan.

Dari hasil pemeriksaan identitas pelaku yang membawa pedang berinisial AP (35) warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Sedangkan motif AP mengamuk di pasar hewan sambil membawa pedang karena tersinggung dengan orang yang ada di pasar hewan.

Sehingga pelaku yang dalam kondisi pengaruh miras kemudian berhenti dan berteriak mengajak duel pengunjung pasar hewan.

"Pelaku sudah kami amankan berikut barang bukti pedang sepanjang satu meter. Saat ini masih kami periksa," jelas AKP Bowo Wicaksono kepada tribunjatim.

Pinjam Korek Atau Tanya Nama Jadi Modus Aksi Komplotan Remaja Begal di Jember

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved