Berita Surabaya

Giliran Ratusan Warga di Rungkut Surabaya Jalani Tes SWAB Massal

Mereka yang mengikuti tes swab massal itu sebelumnya sudah dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test.

surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Petugas mobil PCR melakukan persiapan tes swab kepada 200 warga Kalirungkut, Medokan Ayu, Tenggilis dan Gunung Anyar di Utara Kecamatan Rungkut, Senin (1/6). Sebanyak 600 warga, Senin (1/6), melakukan pemeriksaan swab dengan 2 tim mobil PCR bantuan BNPB yang melakukan pemeriksaan di 3 tempat (RS BDH, RSI A Yani dan di Utara Kecamatan Rungkut). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan warga di wilayah Rungkut Surabaya mengikuti tes swab massal menggunakan mobil PCR bantuan dari BNPB pusat, Senin (1/6/2020).

Mereka yang mengikuti tes swab itu sebelumnya sudah dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Sebagaimana diketahui, saat ini Pemkot tengah menggalakkan upaya rapid test dan swab test massal di Surabaya. Hal ini menjadi bagian dari upaya pemutusan mata rantai penyebaran virus corona di Kota Pahlawan.

"Kami lakukan swab dengan mobil PCR BNPB," kata Camat Rungkut Yanu Mardianto.

Berdasarkan informasi data, ada sekitar seratus orang lebih yang merupakan warga di Kecamatan Rungkut diikutkan dalam swab test tersebut.

Selain warga Rungkut, kegiatan itu juga diikuti oleh beberapa orang dari kecamatan lain yang diikutkan bergabung untuk melakukan swab.

Swab ini bakal menjadi penentu mereka yang sebelumnya dinyatakan reaktif. Sebab, setelah dinyatakan reaktif mereka memang harus menjalani swab untuk memastikan apakah terpapar virus corona atau tidak.

Bila nantinya dinyatakan positif terpapar virus corona, maka Pemkot akan melanjutkan tahapannya yakni melakukan perawatan. Yanu mengatakan, pihaknya juga bakal melakukan tracing untuk terus memutus laju penyebaran virus corona di Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat bila ditemukan warga yang positif terpapar. Hal itu disesuaikan dengan keadaan pasien. Apakah mengalami gejala atau tidak.

Bila pasien yang mengalami gejala, bakal dimasukkan di rumah sakit yang telah ditentukan di Surabaya. Sementara bila tidak bergejala, maka akan diisolasi di Asrama Haji Sukolilo. Pemkot menyulap tempat tersebut untuk merawat mereka dengan beberapa blok yang bisa dipakai sebagai tempat isolasi.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved