Kamis, 9 April 2026

Bank Bukopin Catatkan CAR di Atas Ketentuan Regulator sesuai Profil Risiko

Bank Bukopin tegaskan rasio Kecukupan Penyediaan Modal Minimum telah memenuhi ketentuan regulator sesuai profil risiko.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
foto:bukopin
Kantor pusat Bukopin di Jakarta.    

SURYA.co.id | SURABAYA - Bank Bukopin tegaskan rasio Kecukupan Penyediaan Modal Minimum telah memenuhi ketentuan regulator sesuai profil risiko.

Per posisi Laporan Desember 2019 audited dan Maret 2020, rasio KPMM Bank Bukopin berada diposisi 12,59 persen.

"Hal ini menunjukan Bank Bukopin sudah memenuhi ketentuan regulator tentang Kecukupan Penyediaan Modal
Minimum," kata Eko Rachmansyah Gindo, Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk, dalam rilisnya, Senin (1/6/2020).

Selain itu untuk meningkatkan permodalan Bank Bukopin, para pemegang saham utama telah sepakat untuk bersama-sama memperkuat permodalan Bank Bukopin melalui right issue diharapkan dapat direalisasikan bulan Mei atau Juni 2020.

Eko Rachmansyah Gindo mengatakan proses right issue yang diajukan telah sampai pada proses registrasi tahap 4 dan menunggu pernyataan efektif dari OJK.

"Dari aksi korporasi ini, perseroan berharap akan memperkuat struktur permodalan untuk bisa menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan," ungkapnya.

Komitmen yang ditunjukan oleh dua Pemegang Saham Utama tersebut menunjukan bahwa Para Pemegang Saham Utama senantiasa mendukung Bank Bukopin, baik dari sisi likuiditas maupun aktivitas perseroan yang bertujuan untuk meningkatkan volume bisnis.

Eko mengatakan, komitmen yang ditunjukan oleh Pemegang Saham Utama tidak lepas dari performa dan fokus bisnis Bank Bukopin yang konsisten dan terarah.

"Hal ini merujuk pada konsistesi Bank Bukopin dalam hal penyaluran kredit UMKM," jelas Eko.

Per Desember 2019, di antara 21 bank dengan aset terbesar di Tanah Air, dengan komposisi kredit UMKM sebesar 57,4 persen, Bank Bukopin menjadi bank dengan porsi kredit UMKM terbesar.

Dua bank pada peringkat bawahnya memiliki porsi kredit UMKM sebesar 48,4 persen dan 24,9 persen.

Mempertahankan konsistensi, Per Maret 2020, Bank Bukopin masih mempertahankan porsi terbesar penyaluran kredit UMKM dengan rasio penyaluran kredit UMKM sebesar 55,7 persen dari tujuh
Bank dengan asset terbesar yang telah memaparkan laporan keuangan periode Maret 2020.

“Segmen UMKM merupakan salah satu motor penggerak terpenting bagi Bank Bukopin yang memfokuskan bisnisnya pada segmen Ritel,” ungkap Eko.

Kedepan Bank Bukopin akan terus konsisten mendukung pengembangan
bisnis pada segmen UMKM di Indonesia.

Segmen UMKM mempunyai peran penting dan strategis dalam perekonomian nasional.

Sementara untuk meningkatkan daya saing, Bank Bukopin terus melakukan inovasi produk
pembiayaan yang fokus dan tepat penggunaanya seperti pada produk Flexy Bill, Flexy Gas, dan Flexy Health.

Dalam hal percepatan proses bisnis, Bank Bukopin memaksimalkan pemanfaataan teknologi informasi dan simplifikasi proses.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved