Berita Blitar

Dampak Covid-19, PAD Pariwisata Kota Blitar Diturunkan dari Rp 2,1 M Jadi Rp 1,4 M

Pemkot Blitar menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata akibat dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Surabaya.Tribunnews.com/Samsul Hadi
Poster pengumuman penutupan sementara kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK) dipasang di pintu masuk City Walk MBK, Minggu (31/5/2020) 

SURYA.co.id | BLITAR - Pemkot Blitar menurunkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata akibat dampak pandemi virus Corona atau Covid-19.

Target PAD pariwisata pada 2020 yang sebelumnya dipatok Rp 2,1 miliar diturunkan menjadi Rp 1,4 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono mengatakan penurunan PAD pariwisata ini imbas dari kebijakan Wali Kota dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

Wali Kota mengeluarkan surat edaran menutup sementara semua tempat hiburan dan tempat wisata untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Semua tempat hiburan dan tempat wisata tutup sementara. Akhirnya disepakati bersama PAD pariwisata diturunkan sekitar 31 persen. Dari target semula tahun ini Rp 2,1 miliar menjadi Rp 1,4 miliar," kata Tri Iman, Minggu (31/5/2020).

Dikatakannya, penurunan target PAD sebesar 31 persen itu dengan asumsi pandemi Covid-19 berakhir pada Juni 2020. Dengan begitu, pada Juli 2020, tempat wisata sudah bisa beroperasi kembali seperti semula.

"Nanti melihat perkembangan situasinya, kalau Juni belum berakhir pandemi-nya, kami akan mengusulkan lagi agar target PAD diturunkan lagi," ujarnya.

Menurutnya, pendapatan sektor pariwisata itu berasal dari parkir kendaraan wisata di PIPP, sewa kios di PIPP dan Istana Gebang, tiket masuk Makam Bung Karno, sewa gedung Graha Patria, sewa Gedung Kesenian, dan sewa Water Park Sumber Udel.

Selama tiga bulan, sejak April-Juni 2020 tidak ada pemasukan dari sejumlah tempat wisata itu karena ditutup sementara. Termasuk uang sewa kios di PIPP dan Istana Gebang juga dibebaskan karena dampak pandemi Covid-19.

"Terakhir Maret 2020, setelah itu, mulai April sampai sekarang tidak ada pemasukan lagi dari sejumlah tempat wisata tersebut," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved