Berita Pasuruan

Aturan untuk Pesantren di Pasuruan Sambut New Normal, Santri Wajib Lakukan Ini Sebelum ke Ponpes

Pemkab Pasuruan menetapkan Standart Operasional Prosedur (SOP) bagi Ponpes yang akan membuka aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar jelang new normal

Surabaya.Tribunnews.com/Galih Lintartika
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (tengah), Forpimda, PCNU dan perwakilan Ponpes memberi penjelasan soal SOP jelang dibukanya new normal atau tatatan baru di tengah-tengah pandemi Covid-19 

SURYA.co.id | PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menetapkan Standart Operasional Prosedur (SOP) bagi Pondok Pesantren (Ponpes) yang akan membuka kembali aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjelang diberlakukannya kebijakan New Normal atau tatanan baru di tengah-ptengah pandemi Covid-19.

Hasil ini ditetapkan setelah menggelar rapat beberapa waktu lalu bersama Forpimda (Forum Pimpinan Daerah), PCNU (Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama), serta Pimpinan/ pengasuh/pemangku kebijakan Pondok Pesantren (Ponpes).

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengatakan, ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seluruh calon santri maupun santri lama yang akan berangkat maupun pada saat tiba di ponpes.

Sebelum berangkat, para santri maupun calon santri harus melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Isolasi ini harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, yakni tidak keluar rumah.

"Apabila terpaksa keluar rumah karena ada kebutuhan darurat, maka wajib memakai masker, menghindari kerumunan dan tidak bersalaman dengan orang lain," kata dia.

Irsyad Yusuf menyebut, setiap calon santri maupun santri yang akan kembali mondok harus membawa surat keterangan sehat dari Puskesmas setempat yang nanti diserahkan ke Pengurus Penerima Santri.

Selanjutnya, saat tiba di Pondok Pesantren, setiap santri baru atau lama wajib melakukan Isolasi Mandiri di Pondok Pesantren, tidak boleh keluar dan mnerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari rajin cuci tangan, pemakaian masker, menjaga jarak, tidak boleh bersalaman dengan pengasuh, dan sebagainya. Hal ini dilakukan sampai ada pengumuman Pemerintah tentang dicabutnya Pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan, setiap orang tua santri diwajibkan untuk mengawasi dan membantu para anaknya selama isolasi di rumah. Selain itu, setiap orang tua juga wajib melengkapi bekal anak yang cukup untuk 1 bulan di pondok.

"Memberikan Keterangan yang Jujur Penuh Tanggung jawab Kepada Pengurus Penerima Santri atas Kesehatan Anak dan Keluarga dan tidak masuk ke asrama Ponpes, saat tiba di ponpes tersebut," tambah dia.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved