Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Wali Kota Risma Beber Hasil Rapid Test Massal Bersama BIN di Jalan Gresik Surabaya

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melaporkan hasil rapid test massal yang digelar Pemkot Surabaya bersama BIN di Jalan Gresik, Surabaya.

SURYA.CO.ID/Sugiharto
Warga yang mengikuti rapid test massal di Jalan Gresik Surabaya, Sabtu (30/5/2020). Bagi warga yang hasil rapid tesnya reaktif langsung dilakukan tes swab. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melaporkan, sementara ada 127 orang memiliki hasil reaktif usai mengikuti rapid test massal di halaman parkir Ruko Citi9, Jalan Gresik, Surabaya, Sabtu (30/5/2020).

Ungkapan itu disampaikan, saat dirinya meninjau acara tersebut bersama Sekretaris Utama (Sestama) BIN, Komjen Pol Bambang Sunarwibowo pada Sabtu (30/5/2020) Sore.

"Sementara yang terdata reaktif ada 127 dari 500. Artinya 26 persen dari yang kita lakukan tes masih bisa berkembang, tapi kami harapkan tidak bertambah," kata Risma.

Di kesempatan itu pula, Risma mengungkap hasil reaktif dari pemeriksaan serupa yang sebelumnya berlangsung di Siola, Surabaya, pada Jumat (29/5/2020) kemarin.

"Kemarin mencapai 230, atau sejumlah 38 persen. Satu titik saja dalam satu hari potensi penyebaran begitu cepat. Kami bandingkan dengan Jabodetabek, jumlahnya tidak lebih dari 50 persen. Kami harapkan dengan upaya ini bisa cepat memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ucap Risma.

Selain itu, Risma juga membeberkan hasil pemeriksaan lanjutan yang diberikan kepada mereka yang memiliki hasil reaktif rapid test. Katanya, ada 8 orang yang memiliki hasil positif dari pemeriksaan tes Swab PCR.

"Itu yang positif sudah kami tempatkan di Asrama Haji. Sedangkan yang reaktif rapid test kami sementara kami tempatkan di hotel," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Risma, 8 orang tersebut positif virus Corona namun tidak memiliki gejala. Istilah itu biasa disebut OTG.

"Jadi kalau dia OTG, dia hanya pembawa Covid-19, maka kami tempatkan di asrama haji, secara fisik sehat. Tetapi sudah positif," ujarnya.

Sementara jika dalam masa isolasi, pasien tersebut tiba-tiba mengalami gejala Covid-19, maka orang tersebut akan dipindahkan ke rumah sakit rujukan.

"Kalau nanti sakit, kami pindah di RS Husada Utama atau Siloam. Tapi mudah-mudahan cukup di Asrama Haji," ucapnya.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved