Lifestyle

Seniman Loyong Sampaikan Kritik lewat Lukisan, Pilih Gaya Pop Surealis karena Alasan ini 

Berbagai macam gaya seniman, terutama seniman lukis, untuk menuangkan ide atau gagasan. Salah satunya ditunjukkan Loyong Budi Harjo.

foto:dok pribadi
Seniman Surabaya Loyong Budi Harjo berpose bersama karyanya yang bergaya pop surealis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbagai macam gaya seniman, terutama seniman lukis, untuk menuangkan ide atau gagasan. Salah satunya ditunjukkan Loyong Budi Harjo.

Alumnus Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya konsisten dalam menyuaraka isi hati dalam berbagai karyanya yang  beraliran pop surealis.

Seniman kelahiran Jakarta, 20 juni 1989 ini mengaku bukan tanpa sebab memilih menyampaikan kritik lewat karya-karyanya bergaya tersebut.

Menurutnya karya beraliran pop surealis cederung lucu dan mudah dipahami.

"Lebih tepatnya gaya yang sedikit parodi atau lelucon, di baliknya ada cerita tersendiri. Jadi bukan sekadar lucu," katanya, Jumat (29/5/2020).

Gaya ini, ungkap Loyong, sudah menjadi karakteristiknya sejak dua tahun silam saat masih berkuliah.

Inspirasi berawal dari pengalamannya saat menjadi buruh pabrik.

Misalnya salah satu lukisannya memperlihatkan figur-figur manusia berkepala binatang seperti babi dan anjing.

Beberapa di antaranya terlihat menyeret dan mendorong benda. Sementara yang lain duduk, minum, dan dilayani.

"Di sini binatang saya buat simbol. Ceritanya juga masalah kerja. Mosok buruhe kerja soro-soro sedangkan majikan dan perangkatnya enak-enakan menikmati. Gaji juga banyak dipotong tanpa sepengetahuan karyawan. Sudah gaji nggak seberapa, mereka yang menikmati. Lha kan sakno," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved