Breaking News:

KRONOLOGI Sebenarnya Risma Marah Mobil PCR Bantuan untuk Surabaya Dibawa ke Tulungagung

Terungkap kronologi sebenarnya sehingga Risma marah setelah mengetahui mobil Lab PCR bantuan untuk Surabaya dibawa ke Tulungagung dan Lamongan.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Tri Mulyono
Kolase
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma marah setelah mengetahui mobil Lab PCR bantuan untuk Surabaya dibawa ke Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA -  Terungkap kronologi sebenarnya sehingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma marah setelah mengetahui mobil Lab PCR bantuan untuk Surabaya dibawa ke Tulungagung dan Lamongan.

Dua mobil Lab PCR itu untuk mendeteksi Virus Corona atau COVID-19 bantuan dari  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Jawa Timur lah yang mengalihkan sementara mobil Lab PCR itu ke Tulungagung dan Lamongan karena dua daerah itu juga terdapat kasus Covid-19  cukup tinggi.

Risma Marah Tahu Pemprov Jatim Kirim Mobil PCR ke Tulungagung dan Lamongan, 2 Skenario Gagal?

Alasan Risma Marah Tahu Mobil PCR Dikirim Pemprov Jatim ke Luar Kota: Tes Swab Ribuan Orang Batal

VIRAL VIDEO Risma Marah Besar Tahu Mobil PCR Dialihkan ke Daerah Lain : Saya Tidak Terima !

Inilah 2 Skenario Besar Risma Agar Penularan COVID-19 di Kota Surabaya Berakhir

Update Virus Corona di Indonesia dan Jatim, 29 Mei 2020 : Total 25.216 Kasus, Jatim 4414 Covid-19

Kronologi

Hari Jumat (29/5/2020), mobil Lab PCR bantuan dari BNPB ini seharusnya beroperasi di Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya dan beberapa  titik lainnya.

Namun terpaksa batal beroperasi, karena mobil dipindah ke wilayah Tulungagung dan Lamongan.

Padahal ratusan warga telah menunggu untuk melakukan tes PCR.

"Saya dapat (chat) WhatsApp Pak Doni Monardo kalau (mobil laboratorium) itu untuk Surabaya. Apa-apaan ini, kalau mau boikot jangan gitu caranya. Saya akan ngomong ini ke semua orang," kata Risma dengan nada tinggi, Jumat (29/5/2020), setelah mengetahui keberadaan mobil Lab PCR.

"Pak, saya enggak terima loh Pak, betul saya enggak terima," ujar Risma di ujung telepon.

Dalam pembicaraan itu Risma sambil menahan tangis sempat menyebut dirinya dianggap tidak bisa bekerja karena kasus Covid-19 terus melonjak.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved