Berita Bisnis

Berkah Petani Buah Naga Banyuwangi di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh dunia, berdampak terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia.

Foto Istimewa
Buah naga hasil dari penanaman Kelompok Tani Pucangsari, Banyuwangi, yang siap dipasarkan untuk memenuhi permintaan dalam negeri sendiri. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pandemi Covid-19 yang menyerang hampir seluruh dunia, berdampak terhadap perekonomian dunia termasuk Indonesia.

Perdagangan ekspor dan impor produk hortikultura saat ini menurun drastis.

Kendati demikian, buah naga yang merupakan salah satu komoditi ekspor, masih mengalami peningkatan permintaan pasar dalam negeri.

Hal itu dialami para petani buah naga di Banyuwangi, yakni Kelompok Tani Pucangsari yang beranggotakan 35 orang.

Satu di antara ngggota, serta sekaligus Ketua kelompok Tani Pucangsari, Rukiyan mengatakan bahwa bulan April-Mei adalah akhir panen raya di Banyuwangi, untuk itu pihaknya merasa bersyukur karena penjualan buah naga tidak mengalami penurunan yang berarti.

"Meskipun ada sedikit kendala pada distribusi produk dikarenakan mahal dan terbatasnya akses transportasi di masa pandemi Covid 19 ini, tapi secara keseluruhan lancar," ujar dia saat dihubungi TribunJatim.com via telvon, Jumat (29/5/2020).

Rukiyan yang juga sebagai champion yang membina sekaligus memasarkan hasil kebun kelompoknya, mengatakan, kebun milik kelompoknya memiliki luas 29,5 Ha.

"Dengan memanfaatkan luas kebun seluas 29,5 Ha itu, total produksi buah naga kelompok tani kami sekitar 737,5 ton per tahun atau karena situasi pandemi ini kami baru mampu memenuhi 50 % dari permintaan dalam setahun, yang dimana total permintaan produk buah naga tahun kepada kami sebenarnya 1.475 ton," beber dia.

Adapun terkait harga jual, lanjut Rukiyan, jika pada musim panen raya (Oktober-Maret) petani menjual hasil produksinya dengan harga berkisar 4.000/kg maka di luar musim harganya bisa mencapai 3 kali lipatnya.

"Bisa mencapai 20 ribu per kg nya, pemasaran selain ke pasar lokal Banyuwangi dan sekitarnya, juga meliputi kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, Malang bahkan sampai luar jawa," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dengan harga standar 4.000/kg, pihaknya mengantongi pendapatan 120 juta per ha per tahun.

"Kami berharap pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian menambah luas pertanaman buah naga sekaligus memfasilitasi sarana panen dan pasca panen," tutup Rukiyan.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved