Berita Tulungagung

Teler Kirim Sabu, Mobil Mondar-mandir Dicegat Warga Saat Jaga di Tengah Pandemi Covid-19

Semua narkoba itu didapat dari Surabaya. Saat ditangkap warga, Imam dalam perjalanan mengirim barang haram itu.

David Yohanes
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia (tengah) bersama Kasat Reskoba dan Kasubag Humas memamerkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi dari tersangka Imam Bahroni. 

SURYA.CO.ID I TULUNGAGUNG -

Sebuah mobil Nissan Grand Livina AG 1653 FA berulang kali melintas di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Senin (25/5/2020) dini hari.

Keberadaan mobil putih ini akhirnya mengundang kecurigaan warga yang tengah berjaga. Apalagi saat itu diberlakukan jam malam untuk mencegah penularan virus Corona.

Warga kemudian menghentikan mobil itu dengan maksud menanyai identitasnya.

“Warga jadi curiga, karena ada mobil yang terus mondar-mandir,” terang Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Kamis (28/5/2020).

Saat dihentikan warga, ternyata sopir mobil berkelamin laki-laki itu dalam keadaan mabuk. Laki-laki penuh tato ini juga mengaku tidak membawa identitas.

Warga kemudian menyerahkan sosok pria tanpa identitas ini ke Polsek Ngantru.

“Petugas kami kemudian menggeledahnya. Ternyata kami temukan narkoba dalam jumlah besar di mobil yang dia bawa,” sambung EG Pandia.

Polisi mendapati identitas pria itu, adalah Imam Bahroni (42) alias Kerok, warga  Desa Bedug, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Polisi menemukan 2 ons atau 200 gram sabu, 94 butir ekstasi jenis hdeineken, 94  butir  ekstasi jenis Nike, dan sembilan butir pil psikotropika jenis clonazepam.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved