Virus Corona di Surabaya

Siap-siap Surabaya Jadi Wuhan karena Penyebaran COVID-19 Tinggi, Ini Cara Risma Putus Rantai Corona

Menyedihkan jika Kota Surabaya menjadi seperti Wuhan di China karena penyebaran COVID-19 yang melonjak, bahkan tertinggi di Jawa Timur.

Kolase Manusia Lembah/pixabay.com
Kota Surabaya bisa jadi Wuhan karena penyebaran COVID-19 melonjak dibandingkan daerah-daerah lain di Jawa Timur. 

SURYA.co.id  - Menyedihkan jika Kota Surabaya menjadi seperti Wuhan di China karena penyebaran COVID-19 yang melonjak, bahkan tertinggi di Jawa Timur.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi SpBS mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Kota Surabaya tercatat paling banyak di antara daerah lain di kawasan Surabaya Raya.

Dari total 4.112 kasus yang ada di Jawa Timur, Rabu (27/5/2020), Kota Surabaya menyumbang 2.216 kasus.

Lalu, Sidoarjo dan Gresik, yang termasuk dalam wilayah Surabaya Raya menyumbang masing-masing 565 kasus dan 153 kasus.

Tiga daerah di Surabaya Raya tersebut menduduki tiga teratas dalam menyumbang kasus Covid-19 di Jatim.

Ia menambahkan, transmission rate penyebaran Covid-19 di Surabaya tergolong tinggi, yaitu mencapai 1,6.

Itu berarti, menurut Joni, jika ada 10 orang positif Covid-19, dalam sepekan akan bertambah menjadi 16 orang.

Inilah 2 Skenario Besar Risma Agar Penularan COVID-19 di Kota Surabaya Berakhir

Joni mendorong warga Surabaya untuk mematuhi protokol kesehatan agar menghambat penyebaran virus Covid-19.

"Jadi kita mutlak untuk disiplin, disiplin memakai masker, disiplin physical distancing, disiplin cuci tangan, disiplin hidup sehat," ujar dia.

Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, saat diwawancara, Selasa (12/5/2020).
Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, saat diwawancara, Selasa (12/5/2020). (SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro)

Joni mengaku terkadang menangis di dalam hati saat melihat suasana di tengah masyarakat saat pandemi corona masih mengancam.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved