Khofifah Soroti Recovery Rate Pasien Covid-19 di Surabaya Terendah di Antara Kota Besar di Indonesia

Pasalnya saat ini Kota Surabaya menempati urutan tertinggi untuk jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di antara 15 kota kota besar di Indonesia.

surabaya.tribunnews.com/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (28/5/2020) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, untuk meningkatkan kedisiplinan di tengah pandemi covid-19.

Pasalnya saat ini Kota Surabaya menempati urutan tertinggi untuk jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di antara 15 kota kota besar di Indonesia.

Kota Surabaya menempati urutan tertinggi di atas Kota Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Makassar, Kota Depok, Kota Palembang, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Medan, dalam hal jumlah terbanyak kasus terkonfirmasi positif covid-19.

Khofifah juga menyebutkan, dibandingkan 15 kota-kota besar di Indonesia yang tersebut di atas, Kota Surabaya kembali menjadi sorotan karena recovery rate (tingkat kesembuhan) untuk pasien positif covid-19 menempati urutan terendah.

“Di antara kota-kota besar di Indonesia, Kota Surabaya terendah recovery rate-nya, Kota Semarang menempati urutan tertinggi,” kata Gubernur Khofifah saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Kamis (28/5/2020) malam.

Dari data yang disampaikan Khofifah, per tanggal 27 Mei 2020, recovery rate pasien covid-19 di Kota Surabaya hanya 8,8 persen. Kota Surabaya ada di urutan terendah dari 15 kota besar di Indonesia itu.

Untuk Kota Semarang yang menempati urutan tertinggi tingkat kesembuhan pasien covid-19 nya mencapai 64,1 persen. Di urutan kedua ada Kota Makassar yang recovery rate nya 48,8 persen. Sedangkan di urutan ketiga ada Kota Tangerang dengan tingkat kesembuhan pasien covid-19 nya di angka 46,4 persen.

“Meski kita tahu bahwa tenaga kesehatan kita terus bergerak tak kenal lelah untuk menyembuhkan pasien covid-19, namun saya ingin sampaikan bahwa kita harus bergerak seperti Kota Semarang,” kata Khofifah.

Khofifah mengatakan bahwa masyarakat Kota Surabaya harus kembali diajak untuk meningkatkan kedisiplinan. Mulai dalam hal mengenakan masker, menjaga jarak physical distancing, tidak berkerumun dan menerapkan pola hidup sehat.

Katanya, maksimalisasi tim kesehatan tidak akan ada habisnya jika tanpa diikuti dengan kedisiplinan dari masyarakat Kota Surabaya.

“Data ini kami sampaikan sebagai ajakan mengingatkan masyarakat bahwa vaksin untuk covid-19 ini belum ditemukan. Maka vaksin yang paling ampuh hari ini adalah kedisiplinan,” katanya.

Berbagai ikhtiar sudah dilakukan oleh pemerintah daerah, tenaga kesehatan, bahkan support dari pemerintah pusat juga tak henti diberikan untuk membantu penanganan covid-19 di Jatim khususnya di Kota Surabaya. Sehingga support dari masyarakat untuk menghentikan penyebaran covid-19 harus dilakukan dengan maksimal.

Sedangkan per hari ini, Kamis (28/5/2020), dikatakan Khofifah bahwa penambahan kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Surabaya mencapai 84 orang.

Sehingga jumlah total kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Surabaya per hari ini mencapai 2.300 orang. Dengan total pasien sembuh 199 orang dan yang meninggal sebanyak 202 orang.

Sedangkan untuk skala Jawa Timur, tambahan kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 per hari ini ada sebanyak 159 orang. Sehingga total kasus positif covid-19 di Jatim hari ini mencapai 4.271 kasus. Dengan total pasien sembuh sebanyak 570 orang dan pasien meninggal sebanyak 348 orang.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved