Breaking News:

BERITA Surabaya Hari ini Populer: Viral Kritik Penanganan COVID-19 dan 3 Mobil Gelar Rapid-Swab Test

Berikut Berita Surabaya Hari ini Populer Edisi Kamis 28 Mei 2020, Viral Kritik Penanganan COVID-19 dan 3 Mobil Gelar Rapid Test dan Swab Test.

Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Adrianus Adhi
Kolase Twitter dan pemkot surabaya
Penanganan covid-19 Pemkot Surabaya dikritik (kiri), Mobil laboratorium yang akan dimanfaatkan untuk melakukan rapid test dan swab test (kanan) 

Sehingga juga dapat mempercepat penanganan kasus di Surabaya.

"Insya Allah nanti kita segera selesaikan, karena nanti akan ketahuan siapa yang terkena dengan pasti," ujarnya.

Selama berada di Surabaya, mobil-mobil tersebut rencananya disebar di lima kawasan di Surabaya.

Yakni, di Surabaya barat tepatnya di Rumah Sakit BDH, kemudian di Surabaya utara bakal dikoordinasikan lebih lanjut dengan kelurahan atau rumah sakit.

Lalu, di Surabaya timur bakal ditempatkan di Hotel Asrama Haji Sukolilo dan Surabaya selatan di Gelora Pancasila.

Kemudian di Surabaya pusat bakal diletakkan di Gelora Tambaksari.

"Dalam sehari, mobil dari BNPB bisa melakukan pemeriksaan swab 100 sampling, sedangkan yang dari BIN mampu melakukan pemeriksaan hingga 500 sampling, hasilnya bisa langsung diketahui hari itu juga," kata Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya M Fikser menambahkan.

Fikser mengungkapkan, sementara untuk masuk ke kampung-kampung, bakal diatur oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) agar tepat sasaran dan efektif dilakukan. Pemkot mengistilahkan ini dengan 'jemput bola'.

"Masih banyak yang perlu dilakukan tes swab, sehingga dengan bantuan mobil ini tentunya akan mempercepat," ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya itu.

3. New Normal Dunia Pendidikan

Ilustrasi guru SD
Ilustrasi guru SD (surya.co.id/habibur rohman)

Wacana penerapan new normal pastinya berdampak pada pelaksanan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Penerapan sistem shift sesuai jumlah kelas nampaknya akan diterapkan dalam masa baru menghadapi pandemi tersebut.

Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Prof Akhmad Muzakki berpendapat jika wacana kebijakan tersebut patut diapresiasi.

Pasalnya, format kebijakan diambil di tengah kedaruratan pandemi Covid-19.

Tetapi model shift ini merupakan kerangka besarnya harus berdasarkan peningkatan skill dan strategi pembelajaran guru-guru.

Agar shift dan kerangka besar ini bisa diisi secara variatif.

"Ini kebijakan yang harus ditunaikan paska dikeluarkannya kebijakan ini. Bagaimana proses pembelajaran tetap berlangsung di tengah pandemi. Ini ikhtiar yang maksimal yang bisa dilakukan. Dibanding umpama pembelajaran di off hingga Januari. Sementara landainya data kurva epidemiologis Covid-19 belum tahu kapan berakhir," ungkapnya.

Di lain sisi, kekhawatiran orang tua jika anak-anak harus masuk seperti situasi normal sulit direalisasikan.

Karena itu, menurut Prof Muzakki, kebijakan yang diambil pemerintah dalam penerapan sistem shift tepat untuk membuat suasana belajar tetap aman dan nyaman.

"(Dengan kebijakan seperti ini) pasti akan mempengaruhi kualitas pendidikan. Karena situasi normal dan darurat akan berbeda. Karena kita sedang menuju new normal. Di ruang seperti itu, di masa transisi penyesuaian harus ada. Sementara di lain sisi harus memperhatikan kedaruratan kesehatan," paparnya.

Dikatakan Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya ini, ada dua isu penting yang juga harus diperhatikan pemerintah.

Pertama kejenuhan yang terjadi tidak hanya dirasakan siswa namun juga orangtua yang penting untuk diantisipasi.

Sebab, selama hampir dua bulan lebih para siswa diajak untuk melakukan proses pembelajaran dari rumah.

Sedangkan tanggungjawab guru juga tidak kalah berat di tengah masa pandemi Covid-19.

"Masyarakat belum terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan menggunakan internet. Jika dulu pembelajaran bisa dilakukan jauh-jauh hari. Sekarang mereka (akan) dipacu (di masa new normal). Dan ini (kebijakan) paling rasional yang bisa diambil," jelas dia.

Namun, dengan situasi tersebut Prof Muzakki menuturkan akan berdampak pada kepentingan pembangunan karakter.

Masa belajar juga akan berpengaruh pada kedalaman pemahaman pembelajaran yang diperoleh.

"Jadi guru harus berpikir, mencari sesuatu yang inovatif. Agar anak-anak (dalam masa penyesuaian ini) tidak jenuh. Sebab ancaman kejenuhan akan tinggi. Inovasi strategi guru akan dituntut," kata Prof Muzakki.(Yusron Naufal/Sulvi Sofiana/Putra Dewangga/Surya.co.id)

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved