Madura United

Alasan Presiden Madura United Achsanul Qosasi Tak Setuju Liga 1 2020 Dilanjutkan

Hingga saat ini PSSI belum menentukan apakah kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan kembali atau diberhentikan total.

surya/dya ayu
Presiden Klub Madura United Achsanul Qosasi saat memberikan arahan kepada pemain. 

 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menegaskan pihaknya tidak pernah setuju kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan selama kurva pandemi Covid-19 di tanah air masih naik.

Berdasarkan laporan pemerintah, per hari ini, Kamis (28/5/2020), kasus virus Corona di Indonesia mencapai 24.538 kasus dengan rincian, 6.240 orang sembuh, 1.486 meninggal.

"Madura lebih menghargai kesehatan pemain dan semuanya," kata Achsanul Qosasi (AQ) seperti dikutip dari akun IG pribadinya, Kamis (28/5/2020).

Sebelumnya, PSSI menangguhkan sementara kompetisi Liga 1 akibat pandemi Covid-19 sejak akhir Maret hingga 29 Mei 2020.

Hingga saat ini PSSI belum menentukan apakah kompetisi Liga 1 2020 dilanjutkan kembali atau diberhentikan total.

Termasuk juga soal usulan kompetisi tetap dilanjutkan tanpa penonton, selama virus Corona grafiknya belum menurun, AQ sampaikan pihaknya tetap menolak melanjutkan.

"Kalian boleh usul tanpa penonton, kalian enak nonton di tv sambil tiduran tanpa resiko, bagaimana dengan pemain," kata AQ.

Sebab pemain, dijelaskan AQ dalam perjalanan satu laga, tak ada jaminan tidak akan tertular.

Baik saat penerbangan di pesawat, maupun hotel, belum ada jaminan sterilitasnya.

Termasuk juga saat bermain, tidak aja jaminan mereka tidak akan tertular.

"Jangan pernah menganggap enteng virus ini, sebelum ada vaksin dan anti virusnya. Sebelum grafik turun melandai, jangan pernah berfikir lanjutkan kompetisi," ucap pria asal Sumenep, Madura itu.

Apa yang dilakukan pihaknya itu dikatakan AQ adalah cara menghargai nyawa dan kesehatan pemain, juga cara bijak menghargai sepak bola.

"Kita hentikan penularan virus ini dengan menjaga diri dari kegiatan yang beresiko," katanya.

"Kita mencintai kesehatan demi sepak bola, jangan korbankan kesehatan (nyawa) demi sepak bola," pungkas AQ.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved