Berita Madiun

66 Perjalanan KA Dibatalkan, Penumpang KA Daop 7 pada Lebaran 2020 Turun 90 Persen 

Kondisi ini disebabkan adanya masa pandemi Covid -19, larangan mudik oleh pemerintah, dan dibatalkanya sejumlah perjalanan KA.

Rahardian Bagus
Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Ixfan hendriwintoko. 

SURYA.co.id|MADIUN -

Sebagai upaya memutus penyebaran Virus Corona, PT PT KAI Daop 7 Madiun memperpanjang  pembatalan empat Kereta Api (KA) atau delapan perjalanan KA jarak jauh dan menengah. 

Delapan perjalanan yang dibatalkan tersebut di antaranya, KA 127 (Anjasmoro) relasi Jombang - Pasarsenen, KA 128 (Anjasmoro) relasi Pasarsenen - Jombang, KA 109 (Singasari) relasi Blitar - Pasarsenen, KA 110 (Singasari) relasi Pasarsenen - Blitar, KA 117 ( Brantas) relasi Blitar - Pasarsenen, KA 118 (Brantas) relasi Pasarsenen - Blitar, KA 293 (Kahuripan) relasi Blitar - Kiaracondong dan KA 294 (Kahuripan) relasi Kiaracondong - Blitar. 

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun, Ixfan hendriwintoko, mengatakan  KA dari Daop lain yang melintas di Daop 7 Madiun dan ikut diperpanjang pembatalnya berjumlah 40 perjalanan KA jarak jauh dan menengah, serta 18 perjalanan KA lokal Dhoho dan Penataran.

"Jika ditotal semua ada 66 perjalanan KA yang dibatalkan," kata Ixfan, Kamis (28/5/2020) ketika dikonfirmasi. 

Ixfan menambahkan, sesuai warta dinas PT KAI (Persero) Kantor Pusat Bandung perihal pembatalan perjalanan KA jarak jauh, menengah dan lokal, dijelaskan bahwa perpanjangan pembatalan 66 perjalanan KA tersebut dimulai pada 1 Juni hingga 30 Juni 2020.

"Pembatalan sebanyak 66 perjalanan KA tersebut adalah sebagai upaya PT KAI mencegah penyebaran Covid-19," jelasnya.

Namun demikian sesuai intruksi pemerintah, sejak 12 Mei 2020, PT KAI telah menyelenggarakan empat perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) melintas di Daop 7 Madiun yaitu KLB10507/10502ac  relasi Gambir -Madiun- Surabaya PP, dan KLB 10497/10494 relasi Bandung - madiun - Surabaya PP.

"Sesuai Surat Edaran Gugus Tugas percepatan penanganan Covid -19 Nomor 4 Tahun 2020 dan telah diperbaharui dengan Surat Edaran Nomor 5 Tahun 2020, bahwa pelayanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) di berikan kepada calon penumpang yang dikecualikan, atau harus memenuhi persyaratan khusus," terangnya.

Ixfan menambahkan, masa angkutan Lebaran 2020 sebelumnya telah ditetapkan selama 22 hari mulai 14 Mei hingga 4 Juni 2020. Pada  2019, saat itu Daop 7 Madiun mengangkut penumpang sebanyak 689.229 orang (22 hari masa angkutan Lebaran).

Sementara pada 2020, hingga 27 Mei 2020 terpantau sementara hanya 18.021 orang atau sekitar 3 persen saja. Padahal proyeksi atau target untuk volume penumpang pada masa angkutan lebaran 2020 naik 4 persen dari 2019.

Kondisi ini disebabkan adanya masa pandemi Covid -19, larangan mudik oleh pemerintah, dan dibatalkanya sejumlah perjalanan KA.

Mulai 1 Mei hingga 26 Mei 2020, ada sekitar 6.121 tiket calon penumpang yang telah dibatalkan. Sebagai konsekuensinya, PT KAI Daop 7 Madiun mengembalikan bea tiket sebesar 100 persen, tidak termasuk biaya pesan.

"Untuk lebih detil terkait informasi tiketing termasuk mekanisme pembatalan silakan menghubungi Contact Center 121. Dan untuk mencegah terjadinya kerumunan orang di loket pembatalan tiket bisa langsung menggunakan aplikasi KAI Access," imbuhnya.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved