Berita Blitar

Suam-Istri di Blitar Selamat dari Rumahnya Ambruk: Dengar Suara Aneh Lari lalu Ngumpet di Dapur

Suami istri ini cukup tanggap. Di saat terdengar suara aneh dari atap rumahnya, mereka langsung melompat dan lari, untuk menyelamarkan diri ke dapur.

surya.co.id/imam taufiq
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani berada di rumah Maulan, yang ambruk, Rabu (27/5/2020) siang. 

SURYA.co.id | BLITAR - Suami istri ini cukup tanggap. Di saat terdengar suara aneh dari atap rumahnya, mereka langsung melompat dan lari, untuk menyelamarkan diri ke dapur rumahnya.

Karena cepat tangggap itu, sehingga mereka akhirnya selamat meski rumahnya ambruk saat terjadi hujan deras, yang tanpa disertai angin. Sepasang suami istri itu adalah Maulan (58), dan istrinya, Umi Sularsih (52), warga Dusun/Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Bitar.

"Kami lagi mengusahakan agar mereka bisa tinggal di rumah saudaranya dulu. Terutama, yang rumahnya dekat dengan rumah korban sendiri," papar Handoko, Kades Serang.

Menurutnya, kejadian itu berlansung pada Rabu (27/5) siang atau sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu memang sedang hujan deras. Hujan sendiri berlangsun sejak pagi, bahkan sudah dua hari ini.

Meski hujan berlangsung cukup lama namun tak disertai angin sehinga tak menyangka bakal terjadi musibah seperti yang dialami korban tersebut.

"Tak ada angin, cuma hujan memang deras selama dua hari ini atau sejak Selasa (26/5). Dugaan kami, karena atap rumah korban, yang kerangkanya dari kayu itu sudah lapuk atau sudah lama," ungkapnya.

Saat kejadian itu, korban bersama istrinya lagi santai di ruang tamu. Sebab, mereka tak bisa keluar rumah atau kemana-mana karena hujan terjadi sejak pagi. Di saat santai di ruang tamu itu, Maulan mendadak kaget karena mendengar suara aneh dari atap rumahnya.

Sadar kondisi atap rumahnya, yang berbahan kayu itu sudah berusia lama, Maulan terus memandangi ke arah atap rumahnya. Sebab, ia sudah khawatir kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Bersamaan itu, tiba-tiba air hujan dari atap rumahnya menetes dan tetap mengenai dirinya.

"Mereka sempat mengeser tempat duduknya agar tak kena tetesan air hujan. Begitu air menetes kian deras, dan suara aneh dari atap rumahnya kian tak terkendali, ia mulai takut sehingga buru-buru mengajak istrinya untuk lari ke dapur," ujarnya.

Bersamaan Maulan dan istrinya itu lari ke dapur, atap rumahnya langsung ambruk. Mulai teras sampai rumah tengahnya, kecuali dapurnya, yang aman. Itu karena dapurnya terpisah dengan bangunan utama rumahnya yang berukuran 8x12 m2,

"Sekali terdengar suara bruuuk, bangunan atap rumah korban langsung ambruk. Namun, korban selamat dan tak mengalami luka apapun," paparnya.

Karuan ambruknya bangunan rumah korban itu, langsung jadi atensi AKBP Ahmad Fanani, Kapolres Blitar. Pria yang pernah mengungkap sabu-sabu berjumlah puluhan kg saat bertugas di Polda Metro Jaya ini langsung mendatangi rumah Maulan.

"Kami memberikan bantuan dan keperluan korban, agar bisa bersabar dalam mengalami musibah ini," ujarnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved