Berita Surabaya

Sempat Buron, Residivis Curanmor di Surabaya akhirnya Tersungkur setelah Ditembak Kakinya

Setelah sempat buron, Ahmad Wira Santika (24) kini menyusul dua rekannya ke balik jeruji besi. Polisi terpaksa menambak kakinya karena hendak kabur.

foto: jatanras polrestabes surabaya
Polisi saat menunjukkan tersangka yang ditembak kakinya dan barang bukti kejahatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah sempat buron, Ahmad Wira Santika (24) kini menyusul dua rekannya ke balik jeruji besi.

Pasalnya, warga Jalan Lombok Lama 1 Buntu nomor 27 Surabaya komplotan pelaku curanmor bersama dua rekannya yakni Dafit Pranata (20) dan M Eko Satrio (25) yang lebih dulu ditangkap unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Rabu (18/5/2020).

"Tersangka AW ini kita tetapkan sebagai DPO setelah dua temannya tertangkap lebih dulu," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Rabu (27/5/2020).

Wira ditangkap subnit pimpinan Iptu Irwan di sekitar Jalan Ngagel Surabaya, Selasa (26/5/2020) malam.

Tersangka bahkan terpaksa mendapatkan tembakan di kakinya karena berusaha kabur daah polisi berusaha menangkapnya.

"Kami lakukan penyelidikan dan informasi tersangka yang sudah tertangkap. Berdasarkan itu kami lakukan penangkapan di seputar wilayah Ngagel. Tersangka terpaksa kami lumpuhkan karena berusaha kabur," tambahnya.

Catatan kepolisian, Wira merupakan residivis curanmor. Ia sudah tiga kali beraksi sejak keluar penjara.

"Sudah tiga kali ini setelah keluar. Dijual ke Madura. Harganya tergantung kondisi motor. Antara 2 sampai 3 jutaan. Uangnya saya bagi rata untuk kebutuhan hari-hari,"aku tersangka.

Akibat perbuatannya itu, kini tersangka meringkuk di tahanan Mapolrestabes Surabaya bersama dua temannya.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved