Berita Pasuruan

Ponpes di Bangil Dorong Pemerintah Buat Panduan untuk Pesantren Menjelang Penerapan New Normal

Alangkah akan lebih baik, jika ada panduan new normal yang harus diterapkan di pesantren. Apalagi, di Indonesia, jumlah pesantren ada ribuan

SURYA.CO.ID/Galih Lintartika
Pimpinan Pondok Pesantren KHA Wahid Hasyim Bangil Pasuruan, Gus Wildan 

PASURUAN, SURYA - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil Pasuruan, Gus Wildan sangat mendukung kebijakan pemerintah yang akan mulai menerapkan skenario kebijakan pola hidup normal baru (new normal) di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

Namun, dalam konteks lain, Gus Wildan, juga sangat menyayangkan skenario new normal yang rencananya akan mulai diterapkan pada awal bulan Juni mendatang.

"Per hari ini, pemerintah sudah mulai membuka mal dan pusat perbelanjaan lainnya. New normal atau kehidupan baru ini kan sifatnya umum, bisa berlaku di sektor ekonomi, pendidikan dan lainnya," kata dia, Rabu (27/2/2020).

Akan tetapi, ia mengaku ada sedikit ganjalan. Kata Gus Wildan, sebenarnya bukan bermaksud untuk mengkritisi, namun memberikan masukan atas skenario ini. Sebab, dalam draft yang sudah beredar tidak ada panduan untuk pesantren.

"Maksud saya, alangkah akan lebih baik, jika ada panduan new normal yang harus diterapkan di pesantren. Sebab, pesantren ini kan juga banyak santrinya. Apalagi, di Indonesia, jumlah pesantren ada ribuan," jelas dia.

Gus Wildan sedikit memberikan gambaran. Hari ini, kata dia, semua santri dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Nah, semisal skenario itu diterapkan, otomatis kegiatan pesantren kembali normal.

Nah, santri ini kan bukan hanya datang dari satu wilayah, tapi dari seluruh penjuru wilayah Indonesia, bahkan mancanegara.

"Ini yang saya kira, pemerintah perlu membuat panduan new normal yang diterapkan di pesantren. Untuk protokol kesehatannya seperti apa, alurnya bagaimana dan sejenisnya," papar dia.

Gus Wildan mengaku dilema. Di satu sisi, ia dan jajaran pengurus pesantrennya sudah kangen dengan santri untuk bisa berbagi ilmu dan informasi. Di sisi lain, ia tidak ingin salah dalam penerapan skenario new normal ini.

"Makanya, kami berharap akan ada perbaikan dan segera diterbitkan panduannya sebagai pedoman kami untuk mendukung pemerintah dalam memerangi Covid-19 ini," sambungnya.

Gus Wildan juga mendukung sikap Gerakan Pemuda (GP) Ansor yajg meminta pemerintah untuk tidak gegabah dalam menerapkan kebijakan new normal di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved