Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Mahasiswa PENS Ciptakan Alat Pendeteksi Indikasi Virus Corona pada Seseorang dengan Cepat dan Akurat

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menciptakan alat pendeteksi seseorang terindikasi virus Corona atau Covid-19 dengan cepat.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainel arif
M Lodine Hanifan Firdaus, mahasiswa Teknik Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya memakai Alat Temperatur Detector Shield hasil karya bersama dua rekannya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menciptakan alat pendeteksi seseorang terindikasi virus Corona atau Covid-19 dengan cepat dan akurat.

Alat karya tiga mahasiswa tersebut bernama Temperatur Detector Shield.

Ketiga mahasiswa jurusan Teknik Elektronika tersebut Muhammad Iqbal Millyniawan Pradana, Firmansyah Putra Maulana, dan M Iodine Hanifan Firdaus.

Ketua Tim Muhammad Iqbal Millyniawan Pradana menjelaskan Temperatur Detector Shield merupakan modifikasi dari pelindung wajah Face Shield.

"Kami memiliki sebuah ide untuk melengkapi pelindung wajah Face Shield dengan sebuah piranti yang dapat mendeteksi dan memvisualisasikan suhu tubuh dari seseorang secara contactless," kata Iqbal sapaan akrab Muhammad Iqbal Millyniawan, Rabu (27/5/2020).

Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena jika menilik kejadian di lapangan untuk mendeteksi secara dini terjangkitnya virus Corona atau Covid-19 pada seseorang dilakukan pengecekan menggunakan thermometer laser yang mengharuskan memeriksa seseorang satu persatu.

Apabila petugas dalam melakukan pengecekan tidak dilakukan dengan cepat maka akan terjadi antrian dan justru akan menambah risiko tertularnya virus ini.

"Kami khawatir jika orang yang antri ini akan berdesak-desakan dan justru terjadi kontak fisik, padahal penularan ini terjadi sebab kontak langsung antara manusia dan manusia," ujarnya.

"Kami memiliki sebuah ide agar pendeteksian orang-orang yang terkena gejala coronavirus ini dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien," imbuhnya.

Alat ini menyerupai face shiled yang dikombinasikan dengan thermal laser dan dilengkapi dengan sensor GY-906 MLX90614 beserta lensa supaya orang dapat lebih aman dan tangan dapat lebih bebas bergerak.

"Sensor ini memiliki tingkat akurasi sebesar kurang lebih 0.5 oC pada jarak maksimal 1 meter (apabila menggunakan lensa), hal ini sesuai dengan anjuran WHO yaitu jarak aman droplet sejauh 1 meter," jelas mahasiswa asal Gresik tersebut.

Kedepan ketiga mahasiswa ini akan menyempurnakan terlebih dahulu sebelum digunakan khalayak.

"Kami akan menyempurnakan baik dari segi bentuk dan sistem agar dapat layak digunakan oleh semua kalangan masyarakat Indonesia, semoga dengan alat ini dapat menekan penyebaran Covid-19 lebih cepat dan efektif," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved