Berita Gresik

3 Hari Pasca Lebaran, Harga Sembako di Gresik Merangkak Naik, Masyarakat Diminta Cermati 2 Komoditi

Harga Kebutuhan pokok tiga hari pasca hari raya idul fitri 1441 Hijriyah di Kabupaten Gresik merangkak naik, Rabu (27/5/2020).

surya.co.id/sugiyono
MELUBER - Pedagang di Pasar Baru Gresik meluber hingga ke Jalan Gubernur Suryo, Rabu (27/5/2020). Menjelang hari raya ketupa masyarakat diminta mencermati komoditi gula pasir dan bawang merah. 

SURYA.co.id | GRESIK - Harga Kebutuhan pokok tiga hari pasca hari raya idul fitri 1441 Hijriyah di Kabupaten Gresik merangkak naik, Rabu (27/5/2020).

Hal ini diduga akibat banyaknya permintaan, sedangkan jumlah pedagang sedikit.

Masyarakat juga diminta mencermati dua komoditi gula pasir dan bawang merah menjelang hari raya ketupat.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan perindustrian perdagangan Kabupaten Gresik, Agus Budiono, mengakui harga sembako ada kenaikan.

Hal itu dipengaruhi oleh permintaan pasar yang belum normal. Yaitu, beberapa pedagang masih libur merayakan hari raya Idul Fitri 1441 H.

Sementara, masyarakat jarang yang mudik di saat pencegahan penyebaran coronavirus disease (Covid-19), sehingga  banyak yang membeli keperluan sehari-hari di pasar.

"Permintaan situasi pasar belum normal, yang berjualan masih terbatas akibat Pandemi Covid-19 dan hari raya idul fitri," kata Agus.

Beberapa harga sembako yang naik yaitu beras premium, harga sebelumnya Rp 12.229 per kilogram naik menjadi Rp 12.243 per kilogram.

Beras medium ada kenaikan sebesar Rp 429. Harga sebelumnya Rp 10.971 per kilogram naik menjadi Rp 11.400 per kilogram.

Beras biasa tetap stabil Rp 10.229 per kilogram.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved