Berita Surabaya

Komisi Hingga Puluhan Juta Sebulan, Tangan Kanan Bandar Sabu Iwan Dicokok

polisi membekuk tangan kanan bandar sabu Iwan, yakni Ari Wirawan (44) warga Nginden Surabaya.

Polrestabes Surabaya
Tersangka Ari Wirawan (44), kaki tangan bandar sabu Iwan Irawan, saat di Mapolrestabes Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bandar sabu 100 kilogram yang ditembak mati Unit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, bernama Iwan Irawan masih menyisahkan jaringannya. Kali ini polisi membekuk tangan kanan Iwan, yakni Ari Wirawan (44) warga Nginden Surabaya.

Dalam penangkapan itu, polisi tak menemukan barang bukti sabu dari tersangka. Namun, bukti petunjuk mengarah pada aktifitas Ari sebagai tangan kanan Iwan yang sekaligus menjadi juru kunci kamar Apartemen tempat penyimpanan 100 Kg Sabu tersebut.

"Kami mendapatkan data dari hasil penyelidikan, jika tersangka AW ini merupakan tangan kanan IW yang kami beri tindakanntegas terukur pada 18 Mei lalu," beber Kanit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Iptu Raden Dwi Kennardi, Selasa (26/5/2020).

Lebih lanjut, polisi mendapati lima buku tabungan, buku catatan keluar masuk barang (sabu) dan handpone yang mengarah pada operasional dan kucuran uang dari Iwan.

"Dari buku tabungan itu kami dapati aliran dana dari bandar IW," tambahnya.

Dari hasil interogasi, Ari sudah sejak Oktober 2019 lalu bekerja untuk Iwan.

Ia mengaku mendapat gaji bulanan berkisar Rp 5-10 juta rupiah yang ditransfer, sementara setiap harinya ia mendapat komisi 200 hingga 500 ribu per sekali kirim paket sabu kepada pembeli Iwan.

"Jadi total bisa sampai 25 juta per bulannya dari hasil peredaran sabu yang dikendalikan tersangka IW. Saat ini, kami masih terus mengejar jaringan Iwan yang masih berada di luar," tutup mantan Kanit Reskrim Polsek Tegalsari itu.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved