Virus Corona di Surabaya
Kecamatan Dilibatkan Aktif Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 Di Surabaya
Kecamatan dilibatkan aktif untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di kota Surabaya. Seperti apa di kecamatan Rungkut?
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Eben Haezer Panca
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
SURYA.co.id | SURABAYA - Upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 terus dilakukan Pemkot. Upaya itu bahkan juga digencarkan hingga jajaran kecamatan di Surabaya.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Kecamatan Rungkut Surabaya. Berbagai upaya dilakukan seperti terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada warga, termasuk juga menggencarkan upaya tracing. Upaya itu dilakukan juga berkoordinasi dengan jajaran samping.
"Sosialisasi kepada pemilik warung dan pengusaha terkait aturan apa saja yang boleh dan tidak boleh saat PSBB," kata Camat Rungkut, Yanu Mardianto.
Bukan berarti tak ada kendala dalam memberikan edukasi itu. Yanu mengatakan, pihaknya juga tak jarang harus ekstra sabar ketika memberikan sosialisasi dan edukasi.
Pasalnya, terkadang ada orang yang diajak berkomunikasi itu langsung memahami, namun ternyata juga ada yang masih menganggap angin lalu.
Namun, hal itu tak menyurutkan langkah untuk tetap melakukan upaya sosialisasi dan edukasi tersebut.
Menurut Yanu, pihaknya juga mendapat dukungan dari warga di tingkat kampung. Hal itu dibuktikan dengan kampung yang menerapkan one gate system serta menerapkan protokol kesehatan.
Di pintu masuk kampung dibuat satu pintu dengan dijaga secara swadaya oleh warga setempat. Mereka melakukan semacam screening, terlebih bagi orang luar yang akan masuk.
"Siapapun yang masuk harus disemprot, di-thermo gun, ditanya apa keperluannya, misalnya keperluannya hanya melintas, kita minta dia untuk memutar tidak lewat jalur itu," ungkapnya.
Upaya tracing juga digencarkan bersama Puskesmas. Bila didapati temuan kasus confirm Covid-19 maka upaya itu terus digencarkan.
Selain itu, jika didapati ada warga yang confirm Covid-19 dan masih berada di rumah, maka pihaknya berkolaborasi dengan RT/RW dan PSM atau Pekerja Sosial Masyarakat guna melakukan upaya agar yang bersangkutan dapat dirawat di rumah sakit.
Sedangkan keluarganya, ditanggung seperti diberikan permakanan rutin selama isolasi mandiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pintu-masuk-rungkut-mapan-barat.jpg)