Breaking News:

Puasa 2020

Jelang Idul Fitri Minggu 24 Mei 2020, Ini Niat dan Doa Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah Minggu 24 Mei 2020, berikut doa dan niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Musahadah
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi pembayaran zakat fitrah. Warga membayar zakat fitrah di Counter Zakat Baitul Maal Peduli Umat Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (13/6/2018). 

Doa seperti ini boleh diucapkan dalam bahasa apa pun.

Berikut satu di antara contohnya:

ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ

Aajaraka Allahu fiima a’thayta, wa baaraka fiima abqayta wa ja’alahu laka thahuran

Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.

Waktu Membayar Zakat Fitrah

Ada beberapa waktu dan hukum dalam membayarkan zakat fitrah, antara lain sebagai berikut:

1. Waktu mubah yakni pada awal Bulan Ramadhan sampai hari penghabisan Ramadhan.

2. Waktu wajib, yaitu saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadhan menuju Idul FItri.

3. Waktu sunah yakni Shalat Subuh dan sebelum Shalat Idul Fitri dilakukan.

4. Waktu makruh, setelah Shalat Idul Fitri tetapi sebelum matahari terbenam pada hari Idul Fitri.

Adapun waktu terakhir adalah waktu haram setelah matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.

Dari penjelasan waktu-waktu membayarkan zakat fitri tersebut, maka dianjurkan untuk melakukan pembayaran sebelum Shalat Idul Fitri ditunaikan pada Minggu 24 Mei 2020.

Kementrian Agama Tetapkan Hari Raya IDul Fitri 1441 H Jatuh Minggu 24 Mei 2020

Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah telah ditetapkan pemerintah pada Jumat (22/5/2020) melalui sidang isbat.

Dalam sidang isbat tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa 1 Syawal 1441 H jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020, mendatang.

"Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal jatuh pada Minggu, 24 Mei 2002," ujar Fachrul Razi.

Untuk diketahui, zakat fitrah merupakan salah satu dari jenis zakat yang wajib dikeluarkan setiap individu merdeka dan mampu serta sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan.

Besaran pembayaran zakat fitrah ini menggunakan standar beras 2,5 kilogram atau setara 3,5 liter beras.

Lalu, bentuk zakat seperti apa yang bisa kita bayarkan?

Melalui kanal YouTube Tribunenws, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi menjelaskan bentuk zakat fitrah yang dianjurkan untuk dibayar.

Ia menyampaikan, zakat fitrah sebaiknya dibayar dengan bahan makanan pokok.

Adapun bahan makanan pokok yang bisa dibayarkan yakni gandum, roti, ataupun beras.

"Bentuk zakat fitrah yang dibayarkan itu bahan makanan pokok ya, kalau dulu gandum lalu roti."

"Tapi kalau di Indonesia umumnya beras, itu adalah bentuk-bentuk zakat fitrah," ujarnya.

Mengenai membayar zakat fitrah dengan uang sebagai pengganti bahan makanan, itu juga diperbolehkan.

"Sebagian kemudian mengatakan boleh berupa uang."

"Tapi aslinya itu bahan makanan, karena akan dikonsumi saat lebaran," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved