Berita Surabaya

Bos Condotel di Batu Tidak Ditahan Setelah Ditetapkan Tersangka oleh Polrestabes Surabaya

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana mengatakan, jika status INM merupakan tersangka sejak 18 Mei 2020

Polrstabes Surabaya
Gedung Polrestabes Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang pembelia Condotel di Batu, INM, Bos Alpines Condotel by Artotel tak ditahan Polrestabes Surabaya.

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana mengatakan jika status INM merupakan tersangka sejak 18 Mei 2020 kemarin.

"Sudah jadi tersangka," kata Arief saat dihubungi, Sabtu (23/5/2020).

Meski statusnya sudah dipastikan tersangka, INM tak ditahan oleh polisi.

Disinggung terkait perttimbangan tak ditahannya bos property itu, polisi masih enggan bicara banyak.

"Tidak kami tahan," singkatnya.

Sebelumnya, INM dilaporkan staff legal PT Oase Arta Kapital terkait penghelapan sejumlah uang bernilai lebih dari 4 Milyar rupiah atas pembelian unit kondotel di wilayah Batu Jatim pada Novemver 2019 lalu.

Setelah uang dicairkan, INM dan stafnya di PT Prima Lima Tiga yang menawarkan 19 unit kondotel kepada korban menjanjikan PPJB di salah satu notaris Surabaya, akhir Desember 2019.

Namun, INM dan stafnya ingkar janji tak mendatangi jadwal PPJB tersebut. Bahkan, nomor telepon INM dan stafnya juga tak dapat dihubungi.

"Sebelum pelaporan kami itu sempat ketemu, mediasi. Namun dari kesepakatan mereka ingkar janji lagi. Akhirnya terpaksa kami laporkan," kata Clarissa Ribka Widayanto.

Setelah diselidiki polisi, ditemukan sertifikat induk objek kondotel itu telah dijaminkan di bank.

Saat ini, kasus penipuan dan penggelapan dengan modus penjualan unit property itu masih didalami kepolisian.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved