Breaking News:

Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga atau Diwakilkan, Jadwal Terakhir Sebelum Idul Fitri

Jadwal terakhir Zakat Fitrah harus diberikan sebelum Shalat Idul Fitri.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Adrianus Adhi
Zakat.or.id via Tribunnews
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga atau Diwakilkan, Jadwal Terakhir Sebelum Idul Fitri 

Nawaytu An Ukhrija Zakata Al-Fitri ‘An Niy wa 'an Jamii'i maa Yalzamunii Nafaqatuhum Syar'an Fardan Lillahi ta'ala

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Nawaytu An Ukhrija Zakaata Al-Fitri 'an (……) Fardan Lillahi Ta’ala.

Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(sebutkan nama spesifik), fardhu karena Allah Taala.

Setelah membaca niat dan menyerahkan zakat, orang yang menerimanya disunnahkan untuk mendoakan orang yang memberi zakat dengan doa-doa baik.

Besaran Zakat Fitrah Menurut Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad menjelaskan zakat makanan pokok di berbagai belahan dunia berbeda.

"Nabi mewajibkan bayar zakat kurma, gandum, kurma kecil yang dijemur kering, susu kambing ditampung di talam tipis kita menyebut mentega atau keju kering. Nah 4 itu makanan pokok orang Madinah.

Adapun kita makanan nasi maka bayarnya beras," terang Ustadz Abdul Somad.

Lebih lanjut Ustadz Abdul Somad menerangkan berapa banyak berasa yang seharusnya dibayarkan.

"3 kilo. Saya bayar 3 kilo karena saya memilih pendapat 1 sha 4 mud, 1 mud sama dengan 7,5 ons. Sementara 7,5 ons 3 kali pas 3 kilo.

Tapi saya tidak menyalahkan yang berpendapat 2,5 kilo," terangnya.

Perbedaan Zakat dan Infaq

Ada perbedaan antara zakat dan infaq.

Ustadz Dr Zainuddin MZ MA, Dewan Syariah YDSF menjelaskan dalam ceramah Tausiyah Berkah, zakat dan infaq berbeda hukumnya.

Zakat wajib hukumnya, sementara infaq sama dengan sedekah yang dicintai Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW jika diamalkan.

Kedua amal itu harus diniati sejak awal.

"Inna maa al a'malu bi aniyaati, amalan itu harus diniati. Bimbingan Rasul, amalan itu harus dibarengi dengan niat, setiap amal mendapat pahala sesuai kadar niatnya.

Kalau diniati infak, berarti masih ada kewajiban zakat.

Kalau diniati zakat, baru infak atau sedekahnya menyusul juga boleh.

Kalau infak itu distribusinya kepada siapa saja boleh. Bahkan yang terdekat (tetangga) baik sekali, bahkan dapat dua pahala, sedekah dan pahala kekerabatannya.

Kalau zakat didistribusikan, bisa didistribusikan mandiri, atau lebih afdal lewat lembaga zakat karena ada aturannya," jelas Ustadz Dr Zainuddin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved