Berita Surabaya

Mahasiswa PENS Ciptakan Gelang Corona untuk Lacak Pasien ODP dan PDP Bandel

Tiga mahasiswa PENS menciptakan alat inovasi bernama Gelang Corona (GENA), fungsinya untuk melacak pergerakan pasien yang berstatus ODP dan PDP

SURYA.CO.ID/Zainal Arif
Ketua tim GENA, Rizky Benniah mahasiswa semester 4 Teknik Elektronika Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), menunjukan Gelang Corona (GENA) di rumahnya daerah Bubutan Surabaya, Jumat (22/5/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Berbagai upaya dilakukan untuk dapat meminimalisir penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Salah satunya dengan menciptakan alat inovasi seperti Gelang Corona (GENA) yang dibuat oleh tiga mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Tiga Mahasiswa itu ialah, Rizky Benniah A.G (Teknik Elektronika), Muhammad Billit Shotta Purana (Teknik Komputer) dan Muhammad Rijal Al Fariz (Teknik Informatika) yang juga merupakan mahasiswa penerima bidikmisi.

GENA terdiri dari beberapa komponen seperti, GPS Module dengan antena, NodeMCU, sensor sentuh dan interface.

Ketua Tim Gena, Rizky Benniah mengatakan alasan menciptakan GENA dikarenakan melihat situasi di mana terjadi masalah dari pasien yang memiliki status ODP, PDP apalagi OTG yang menutupi statusnya.

"Pasien yang harusnya melakukan karantina mandiri di rumah jadi tidak terlacak, malah tiba-tiba keluar rumah seperti ke kantor, nekat berbelanja atau pergi ke suatu tempat," kata Rizky kepada SURYA.CO.ID, Jumat (22/5/2020).

GENA digunakan untuk melacak pergerakan pasien yang berstatus ODP dan PDP.

"Teknologi GENA berbasis GPS yang dapat dapat melacak pasien, seperti memantau keberadaan, lokasi akurat pasien dan status pasien tersebut menggunakan gelang atau tidak," ujar Rizky Benniah.

Untuk menyiasati pasien melepas gelang, tim GENA telah menyiapkan web untuk memantau aktifitas pasien.

"Web tersebut terintegrasi pada gelang yang dipakai pasien, dapat memunculkan alert pemberitahuan jika gelang tersebut dilepas dan muncul juga data dari pasien, sehingga pasien dapat dikonfirmasi," katanya.

Rizky berharap, GENA dapat mencegah meluasnya kasus penularan Covid-19, mendapat apresiasi dan dukungan dari masyarakat serta rumah sakit agar GENA dapat dikembangkam dan diproduksi massal.

Karya GENA ini menjadi salah satu karya yang lolos 5 besar dalam ajang PENS Innovation Competition (PIC) 2020.

Di mana PIC 2020 adalah agenda tahunan kemahasiswaan PENS untuk mendukung dan menciptakan karya inovasi mahasiswa. Tahun ini PIC bertema Inovasi Mahasiswa PENS Melawan Covid-19.

Sementara itu, Staf Pengajar dan Ketua Panitia PIC PENS, Dimas Okky Anggriawan, ST, MT merasa bangga terhadap mahasiswa yang telah memiliki gagasan kreatif dan membuat karya inovasi GENA ini.

"Inovasi ini sangat menarik karena dapat memantau pergerakan orang yang berstatus ODP dan PDP. Mudah-mudahan karya mahasiswa ini bisa segera diimplementasikan di masyarakat untuk memberikan solusi bagi pencegahan penyebaran virus Corona yang semakin meluas," tutup Dimas.

Penulis: Zainal Arif
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved