Virus Corona di Jatim

Klaster Penerbangan Disebut Turut Menjadi Pemicu Lonjakan Kasus Positif Covid-19 di Jatim

Jumlah kasus Covid-19 di Jatim melonjak tajam. Klaster penerbangan disebut-sebut turut menjadi pemicunya.

tribun jatim/fikri firmansyah
Para penumpang dari berbagai maskapai yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Juanda diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun dan diperiksa kelengkapan dokumennya, Jumat (8/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

SURYA.co.id | SURABAYA - Angka kasus Covid-19 di Jawa Timur melonjak tajam dengan tambahan 502 kasus positif, Kamis (21/5/2020).

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso mengungkapkan banyak kasus positif Covid-19 baru yang bermunculan dari klaster yang sudah ada.

Namun ada juga temuan klaster baru, yaitu di rumah sakit yang menjangkit beberapa tenaga kesehatan mulai perawat hingga dokter.

"Jadi memang ada penambahan (kasus) di klaster yang ada. Yang baru itu dari Nakes (tenaga kesehatan) ada positif 20 orang. Dua belas di antaranya Nakes, empat dokter, tiga spesialis," kata Kohar menyebutkan beberapa di antaranya.

Kohar menyebutkan, para tenaga kesehatan tersebut tidak menangani Covid-19 secara langsung tapi tetap menyediakan pelayanan di tempat lain, dan tidak menutup kemungkinan bisa tertular saat memberikan pelayanan tersebut.

Selain tenaga kesehatan, Dirut RS Saiful Anwar Malang ini juga menemukan adanya tambahan kelompok baru yang berasal dari perjalanan baik perjalanan luar negeri maupun antar kota.

"Ada kelompok melakukan perjalanan luar negeri. Jumlahnya nggak terlalu besar tapi potensi menular ke yang lain. Di samping itu ada perjalanan luar kota," ucap Kohar.

Sementara itu, Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi menambahkan, salah satu penyebab banyaknya penambahan kasus Covid-19 di Jawa Timur adalah mobilitas dari penumpang udara.

Dari laporan yang ia dapatkan, grafik transportasi udara di Bandara Juanda naik terus dari hari ke hari baik yang datang maupun berangkat dari Jawa Timur.

"Per hari bisa 1400-1500 penumpang, walaupun sudah dilakukan skrining, tapi ini juga bagian dari faktor yang bisa menaikkan jumlah kasus Covid-19 di Jatim," kata Joni.

Sedangkan untuk tranportasi darat yang keluar masuk Surabaya sebagai episentrum Covid-19 Jawa Timur, menurut Joni tidak terlalu signifikan dan relatif stabil.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved