Virus Corona di Mojokerto

Karyawan Swasta Dari Surabaya Dikarantina di Rusunawa Cinde Mojokerto Karena Positif Covid-19

Seorang pria yang bekerja di Surabaya harus menjalani karantina di rusunawa Cinde, Mojokerto, setelah dinyatakan positif covid-19.

Latestly
Ilustrasi 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Seorang pria 58 tahun asal Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dinyatakan positif Covid-19.

Pasien positif Covid-19 nomor 06 tersebut merupakan karyawan perusahaan swasta di Kota Surabaya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, pasien ini menjalani pemeriksaan Rapid Test Covid-19 di perusahannya dan hasilnya reaktif pada Senin 11 Mei 2020. Kemudian, yang bersangkutan melakukan tes Swab PCR, Selasa (12/5) kemarin.

"Pasien positif Covid-19 nomor 06 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil pemerikasaan tes Swab PCR dan yang bersangkutan bukan bagian dari kluster pabrik rokok di Surabaya," ujarnya di Posko Covid-19, Jumat (22/5/2020).

Ia mengatakan pihaknya juga melakukan Tracing untuk mendeteksi orang terdekat yang kontak erat dengan pasien yang bersangkutan selama 14 hari terakhir. Apalagi, pasien ini bekerja di luar kota yang setiap hari pulang pergi Mojokerto- Surabaya.

"Tim Gugus Tugas Covid-19 segera melakukan evakuasi terhadap pasien ini menuju ruang karantina di Rusunawa Cinde," ungkapnya.

Masih kata Gaguk, bagi orang yang berstatus PDP belum bisa dinyatakan positif atau negatif. Pasalnya, harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan datanya hanya dikeluarkan olehPublic Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan RI.

"Kami meminta seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan penyebaran Virus Corona, selalu mentaati protokoler kesehatan, memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, terapkan pysical distancing terpenting tetap tinggal di rumah dan tidak mudik" terangnya.

Adapun perkembangan kasus Covid-19 di Kota Mojokerto terus bertambah yaitu Orang Dalam Resiko (ODR) bertambah menjadi 2.695 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 417 orang. Sedangkan, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 10 orang, PDP yanmeninggal berjumlah empat orang dan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi enam orang. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved