Ramadan dan Idul Fitri 1441 H

Arus Bongkar Muat di TPS Diprediksi Tumbuh 1 Persen Tahun ini, Puncaknya pada Ramadan dan Idul Fitri

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memprediksi pertumbuhan arus bongkar muat petikemas tahun tumbuh 1 persen dibanding tahun 2019.

foto:tps untuk surya.co.id
Kegiatan bongkar muat dan area penumpukan petikemas di PT TPS. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memprediksi pertumbuhan arus bongkar muat petikemas tahun tumbuh 1 persen dibanding tahun 2019.

Dan puncaknya akan berlangsung di masa Ramadan dan Idul Fitri pada pekan depan.

Direktur Operasi TPS, Bambang Hasbullah, menyampaikan meski sedang pandemi virus corona atau Covid 19, pihaknya tetap beroperasi 24 jam untuk memastikan pasokan logistik di Jawa Timur berjalan lancar.

"Arus petikemas internasional di TPS pada bulan April 2020 tercatat sebesar 107.227 TEUs, meningkat 1 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya," kata Bambang, Jumat (22/5/2020).

Di tengah pademi COVID-19 ini, arus bongkar muat diprediksi mengalami peningkatan, sebesar 1 persen pada tahun 2020 dibanding tahun 2019 dan puncaknya akan terjadi pada bulan Ramadan sampai dengan setelah Idul Fitri.

Mengantisipasi peningkatan arus petikemas pada bulan Ramadan hingga setelah Idul Fitri, Bambang mengaku pihaknya telah mempersiapkan buffer area truk di Jl Laksda M Natsir, seluas 3300 m2 dengan daya tampung maksimal 300 truk.

"Dimana per hari rata-rata truk keluar masuk di TPS bisa mencapai 3000-4000 truk," ujar Bambang.

Disebutkan bahwa area ini nantinya akan digunakan sebagai buffer area manakala kegiatan operasional (ekspor/impor) di TPS mengalami puncaknya di bulan Ramadhan sampai setelah Idul Fitri tahun ini.

Hal ini guna menghindari antrian serta gangguan di jalan raya maupun jalan tol.

"Area buffer telah digunakan pada sejak 8 April 2020 malam, sehingga truk yang berkegiatan di TPS sehubungan dengan kegiatan ekspor/impor dapat dialokasikan di area TPS dan buffer area tanpa menimbulkan gangguan di fasilitas umum ref jalan raya maupun jalan tol," ungkap Bambang.

Selain itu, pertumbuhan arus di masa penuh tantangan ini tidak lepas dari dukungan TPS terhadap trade.

"Dan dalam hal empty import, TPS menambah masa free time penumpukan peti kemas dari 3 hari menjadi 7 hari," tambah Bambang.

Selain itu juga pengambilan petikemas impor yang sebelumnya harus dilakukan oleh Perusahaan Pelayaran, sejak Maret 2020 telah diperkenankan diambil langsung oleh Shipper atau Forwarding Company.

Sedangkan untuk petikemas ekspor, sejak Maret 2020 lalu, pemasukan petikemas di lapangan penumpukan TPS diberi waktu 5 hari sebelum kapal sandar, lebih lama 2 hari dibanding waktu mulai penumpukan saat kondisi normal yang 3 hari sebelum kapal sandar.

Dengan adanya pandemi ini, seluruh pelayanan bongkar muat di TPS tetap berjalan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja TPS.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved