Breaking News:

Berita Malang Raya

Bupati Malang Setuju Pelaksanaan Salat Idul Fitri Sebaiknya di Rumah Saja

Bupati Malang, Muhammad Sanusi meminta warga kabupaten Malang yang tinggal di 14 kecamatan zona merah Covid-19 agar salat idul fitri di rumah

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Eben Haezer Panca
surya.co.id/erwin wicaksono
Bupati Malang, Muhammad Sanusi. 

SURYA.co.id | MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi meminta warga kabupaten Malang yang tinggal di 14 kecamatan zona merah Covid-19 sebaiknya melaksanakan salat Idul Fitri di rumah.

Empat belas kecamatan yang dimaksud Sanusi adalah Kecamatan Lawang, Singosari, Pakis, Bululawang, Pujon, Ngantang, Ngajum, Pakisaji, Dau, Karangploso, Kepanjen, Ampelgading, Wajak, dan Pagelaran.

"Sebaiknya (salat Idul Fitri) dilakukan di rumah, sebagaimana imbauan MUI (Majelis Ulama Indonesia)," ungkap Sanusi saat ditemui di Taman Makam Asri Abadi, Kecamatan Lawang, Kamis (21/5/2020).

Bagi daerah yang masih berada pada zona hijau, diminta Sanusi agar mengikuti anjuran pemerintah dan MUI.

"Mengikuti saja. Sebaiknya di rumah, takutnya ada yang dari zona merah ke sana (zona hijau)," beber warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Malang itu.

Arahan Sanusi agar masyarakat beribadah di rumah bertujuan demi keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Sanusi menerangkan, ibadah Salat Idul Fitri adalah jenis amalan ibadah sunah.

"Mendekati bahaya itu haram. Jadi lebih baik menunaikan ibadah salat (Ied) di rumah," tutur pria yang pernah menjadi guru bahasa inggris itu.

PSBB Malang Raya mewajibkan warganya tak melakukan kegiatan berkerumun. Alhasil, kegiatan seremoni Idul Fitri seperti halal bi halal dan takbir keliling kata Sanusi lebih baik ditiadakan.

"Tidak boleh halal bi halal dan takbir keliling. PSBB melarang berkerumun," ucap pria penghobi koleksi burung berkicau ini.

Dari sisi pemerintahan, Sanusi menegaskan jajaran Pemkab Malang tak menggelar salat Ied berjamaah. Kondisi pandemi membuat Sanusi mengeluarkan kebijakan ini.

"Tahun ini pemkab nggak mengadakan (solat id berjamaah)," tegas pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved