Virus Corona di Pasuruan

Aksi Keprihatinan Seorang Pria di Bangil Pasuruan terhadap Ramainya Mal-mal di Tengah Wabah Covid-19

Henry Sulfianto, seorang pria asal Bangil Kabupaten Pasuruan mendadak mengenakan perlengkapan layaknya seorang tenaga medis.

surya.co.id/galih lintartika
Henry Sulfianto beraksi tunggal merespons ramainya mal-malai di tengah pandemi covid-19, Kamis (21/5/2020). 

SURYA.co.id | PASURUAN - Henry Sulfianto, seorang pria asal Bangil Kabupaten Pasuruan mendadak mengenakan perlengkapan layaknya seorang tenaga medis.

Ia memakai  Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti hazmat, pelindung kepala, masker, sarung tangan, dan sejenisnya.

Henry, sapaan akrab pria ini, berjalan menuju pusat perbelanjaan di Bangil, Kamis (25/5/2020) sore.

Ini adalah aksi tunggal yang dilakukannya.

Menggunakan APD lengkap, Henry membentangkan poster di depan pusat perbelanjaan tersebut.

Ini adalah bentuk keprihatinan atas banyaknya warga Pasuruan yang terpapar Covid-19.

Di sisi lain, ini adalah sindiran untuk masyarakat yang tidak mempedulikan bahayanya virus ini, dan seolah mengabaikan anjuran yang sudah dikeluarkan pemerintah.

"Kami peduli terhadap para medis yang sudah berjuang mati-matian melawan COVID-19. Di sisi lain, kami juga prihatin karena masyarakat tetap berbelanja baju menjelang lebaran tanpa memikirkan resiko penyebaran Covid-19," kata Henry usai melakukan aksi.

Henry menyebut, masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

Mereka tetap berkerumun dan berburu di mall atau pusat perbelanjaan untuk membeli kue ataupun baju persiapan menyambut lebaran.

"Kami jujur sangat prihatin. Mereka lupa, ada tim medis yang terus berjuang. Banyaj para medis yang berjuang untuk merawat pasien korona, tapi ini masih banyak masyarakat yang mengerumuni mall dan santai," tambah dia.

Ia menyebut, harusnya, masyarakat tetap berdiam diri di rumah agar bisa ikut serta dan aktif mengantisipasi penyebaran korona yang semakin parah. Bukan, keluyuran dan berburu barang - barang ke mall-mall untuk belanja.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved