Virus Corona di Surabaya
Update PSBB Surabaya Sidoarjo dan Gresik Jilid II, Ada 640 KTP Disita dan 6 Pegawai Depot Diamankan
Berikut update terbaru tentang kabar Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Surabaya, PSBB Sidoarjo dan PSBB Gresik hari ini, Rabu (20/5/2020)
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id - Berikut update terbaru tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik hari ini, Rabu (20/5/2020).
Kebijakan PSBB Surabaya, PSBB Sidoarjo, dan PSBB Gresik sudah memasuki jilid II untuk menekan penyebaran virus corona atau COVID-19.
PSBB Surabaya Raya jilid II sudah berjalan 9 hari sejak dimulai tanggal 12 Mei 2020 silam.
Kepala Satpol PP Jawa Timur (Jatim), Budi Santosa mengatakan, hingga Rabu (20/5/2020), sudah ada sebanyak 640 KTP yang disita.
Sementara itu, aparat petugas gabungan juga mengamankan enam orang pegawai sebuah depot olahan makanan mi di Kota Surabaya, saat patroli Operasi Aman Nusa II Polda Jatim, Rabu (20/5/2020) dini hari.
Mereka terpaksa diamankan petugas gabungan karena tidak mengindahkan larangan beroperasi pada saat diberlakukannya jam malam PSBB Surabaya.
Berikut ulasan selengkapnya :
1. 640 KTP Disita karena Langgar PSBB
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya tahap kedua sudah berjalan 9 hari sejak dimulai tanggal 12 Mei 2020 silam.
Pada PSBB Surabaya Raya tahap kedua ini, para pelanggar disita KTP-nya sebagai bentuk sanksi karena tidak mematuhi aturan selama PSBB.
Kepala Satpol PP Jawa Timur (Jatim), Budi Santosa mengatakan, hingga Rabu (20/5/2020), sudah ada sebanyak 640 KTP yang disita.
"Untuk Gresik 240 KTP, Sidoarjo 260 KTP dan Surabaya 140 KTP," ujar Budi Santosa, Rabu (20/5/2020).
Mayoritas masyarakat yang terciduk ialah yang sedang nongkrong di warung kopi, kafe maupun restoran siap saji.
Selain itu masih banyak ditemukan masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tapi tidak memakai masker juga masih banyak yang melanggar.
"Ditemui di jalan, dia nongkrong di warung yang sebenarnya sudah tutup. Tapi dia nongkrong seenaknya, akhirnya kita minta KTP-nya," kata Budi.
KTP tersebut baru akan dikembalikan oleh Satpol PP kepada pemiliknya setelah berakhirnya penerapan PSBB Surabaya Raya.
"Banyak yang telepon kami supaya KTP-nya dikembalikan, dan (kami jawab) tidak. Ini sesuai sosialisasikan kepada masyarakat (dikembalikan) setelah PSBB selesai," ucapnya.
Selain menyita KTP, Satpol PP bersama polisi dan TNI juga menyegel warkop, cafe dan restoran yang masih bandel.
"Untuk Satpol PP melakukan penyegelan terhadap warkop yang bandel maupun franchies yang besar seperti McDonald's maupun King Burger. Yaitu dengan melakukan police line, kalau merusak itu arahnya ke pidana. Kita juga melakukan penyitaan KTP, itu efektif," pungkasnya.
2. Enam Pegawai Depot Makan Bandel Digelandang Petugas
Aparat petugas gabungan mengamankan enam orang pegawai sebuah depot olahan makanan mi di Kota Surabaya, saat patroli Operasi Aman Nusa II Polda Jatim, Rabu (20/5/2020) dini hari.
Mereka terpaksa diamankan petugas gabungan karena tidak mengindahkan larangan beroperasi pada saat diberlakukannya jam malam.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, petugas terpaksa mengamankan mereka karena berulang kali mengindahkan teguran petugas.
"Digiring ke Polda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Ditreskrimum Polda Jatim," katanya, Rabu (20/5/2020).
Dalam patroli itu, aparat petugas juga melakukan razia di sejumlah warung kopi (warkop) dan cafe.
Di antaranya, warkop yang berlokasi di Jalan Pasar Kembang, Sawahan Surabaya.
Kemudian, depot olahan masakan mi di Jalan Kembang Kuning, Sawahan, Surabaya.
Dan, sebuah cafe di Jalan Raya Darmo, Wonokromo, Surabaya.
Selama razia, petugas juga tak henti mengampanyekan protokol pencegahan Covid-19 pada para pengunjung yang didapati di sejumlah cafe, warkop atau depot.
Yakni mengimbau untuk meminimalisir berkegiatan di luar rumah atau tetap berada di rumah (stay at home).
Jika memang ada suatu urusan mendesak untuk tetap berkegiatan di luar rumah, prinsip physical distancing wajib dipatuhi; menjaga jarak dan melengkapi diri dengan masker.
Mengingat Kota Surabaya masih diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Trunoyudo menambahkan, petugas juga mengimbau masyarakat mematuhi sejumlah aturan selama PSBB, seperti adanya pemberlakuan jam malam.
Teruntuk pedagang makanan minuman, oleh petugas diminta untuk melayani pembelian secara take awal atau dikemas untuk dikudap di kediamannya masing-masing.
"Untuk pemilik warung membuat pernyataan atau teguran tertulis, selanjutnya petugas Satpol PP melakukan penyegelan dengan memasang Pol PP Line dan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di area sekitar warkop tersebut," pungkasnya.
Patroli yang dikomandoi Wakil Direktur Samapta Polda Jatim AKBP Hadi Winarno itu diikuti sejumlah anggota gabungan Polda Jatim, TNI, Satpol PP, dan elemen organisasi masyarakat.
3. Warung Pak Umar akan Tingkatkan Protokol Kesehatan
Warung Pak Umar menjadi salah satu usaha yang terdampak pandemi COVID-19.
Terlebih, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), warung yang terletak di Kawasan Sedati, Sidoarjo itu menutup gerai dan hanya melayani secara online.
Hal itu kemudian berimbas pada pendapatan yang terus menurun di tiap harinya.
Bahkan, saat-saat ramadan seperti sekarang ini, disebut Umar Shaichan owner Warung Pak Umar, sebagai lebarannya para pedagang makanan.
"Karena COVID-19, yang harusnya para pengusaha makanan mengalami masa panen, justru mendapat yang sebaliknya," terang Umar.
Meski begitu, Umar tak ingin mengeluh dan berhenti di satu titik hanya karena COVID-19.
Ia telah berpikir jauh ke depan tentang apabila pandemi ini tak kunjung hilang.
"Kalau pandemi tak kunjung hilang, tidak mungkin juga kami akan berdiam seperti ini. Maka, saya telah mempersiapkan dengan baik untuk segala hal yang akan terjadi ke depannya," imbuhnya.
Umar mengaku, telah mempersiapkan protokol kesehatan yang lebih baik untuk karyawan dan pengunjung.
Hal itu akan mulai diterapkan usai pemerintah mencabut status PSBB di Sidoarjo.
"Saat ini, di semua outlet Warung Pak Umar telah menyediakan difuser untuk pengunjung dan karyawan sebelum memasuki outlet. Alat ini juga akan ditaruh di beberapa titik ruangan dan bekerja menyemprotkan disinfektan food grade," tuturnya.
Selain itu, saat ini Umar tengah membangun tempat cuci tangan di depan outlet untuk pengunjung supaya mereka mau mencuci tangan terlebih dahulu.
Hal ini dilakukan Umar sebagai upaya pencegahan supaya ia tidak kecolongan.
"Ke depannya saya ingin meningkatkan protokoler kesehatan di Warung Pak Umar agar tidak kecolongan. Karena kalau sampai kecolongan, semuanya akan terdampak," tandasnya.(Sofyan Arif/Luhur Pambudi/Akira Tandika/Putra Dewangga/Surya.co.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/warga-melanggar-jam-malam-psbb-kedua-diamankan-di-mapolres-gresik.jpg)