Virus Corona

Cerita Pilu Sopir Bus di-PHK, Mudik Jalan Kaki 5 Hari Jakarta-Solo Sejauh 440 Km

Pandemi virus corona ( COVID-19) memberi efek luar biasa kepada kehidupan masyarakat, di antaranya banyak yang kena putus hubungan kerja ( PHK).

Kolase Kompas.com
Rio (foto kiri) dan ilustrasi bus pariwisata. 

SURYA.co.id | SOLO - Pandemi virus corona ( COVID-19) memberi efek luar biasa kepada kehidupan masyarakat, di antaranya banyak yang kena putus hubungan kerja ( PHK).

Hal itu seperti yang dirasakan oleh seorang sopir bus asal Batang, Jawa Tengah, Maulana Arif Budi Satrio (38).

Pria yang akrab dipanggil Rio ini menceritakan kisah pilunya di-PHK perusahaan bus pariwisata juragannya di Jakarta Timur.

Setelah PHK itu, ia pun nekat balik ke kampung halamannya di Batang. Awalnya naik kendaraan, tapi dihadang petugas.

Akhirnya nekat jalan kaki Jakarta-Solo selama 5 hari dan sejauh 440 kilometer (Km).

Warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur hingga Gringsing, Kabupaten Batang.

Setiba di Gringsing, Rio ini diantar pulang oleh komunitas pengemudi pariwisata Indonesia (Peparindo) Jawa Tengah sampai ke kampung halaman di Solo.

Rio menceritakan, dirinya bekerja di Cibubur, Jakarta Timur sebagai seorang sopir bus pariwisata sejak 2017.

Sebelum ada corona, bisnis persewaan bus pariwisata di Jakarta masih berjalan dengan baik.

Setelah corona mewabah, bisnis persewaan bus pariwisata mulai terkena dampak.

Halaman
1234
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved