DPRD Surabaya

Kondisi Sesungguhnya Proses Pembentukan Pansus Corona DPRD Surabaya yang Gagal

Sekertaris Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Surabaya Imam Syafi'i mengaku tidak habis pikir dengan keputusan menggagalkan Pansus.

surya.co.id/nuraini faiq
Anggota DPRD dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Camelia Habibah dan Imam Syafi'i dari Fraksi Demokrat-NasDem saat melaporkan Katua DPRD Surabaya Adi Sutarwojono ke Badan Kehormatan (BK), Senin (4/5/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekertaris Fraksi Demokrat-NasDem DPRD Surabaya Imam Syafi'i, sosok yang berinisiatif membentuk Pansus Penanganan Covid-19 mengaku tidak habis pikir dengan keputusan menggagalkan Pansus di Bamus lewat voting.

Seharusnya cukup menjadwalkan usulan pansus di rapat paripurna. Untuk diputuskan apakah pansus covid disetujui atau tidak. "Aneh memang," kata Imam.

Sejumlah fraksi yakni Gerindra, Demokrat-NasDem, PKB, Golkar bahkan PKS ada barisan pengusul Pansus.

Namun dalam Bamus, Golkar berbalik arah. Dikatakan Imam, Golkar sebelumnya secara tertulis mendukung Pansus.

Sementara yang mengagetkan Imam, anggota Bamus yang juga Ketua Fraksi Demokrat-NasDem Herlina Harsono Njoto di luar dugaan menolak Pansus.

 "Disayangkan. Fraksi kami tidak pernah membicarakan penolakan Pansus. Sementara Herlina sendiri  tidak pernah mengajak bicara untuk perubahan dukungan Pansus," kata Imam.

Tidak hanya itu, Imam menyebut bahwa ada upaya menggagalkan Pansus dengan mendekati anggota-anggota Fraksi.

Merayu mencegah usulan Pansus dengan iming-iming dapat paket sembako dari CSR.

Menurut Imam, sembako untuk konstituen dalam situasi saat ini lumayan signifikan pengaruhnya.

Sedang Wakil Ketua Fraksi Demokrat-NasDem Machmud mengaku tidak pernah ada ralat atau pembatalan Pembangunan Pansus di fraksinya.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved