Berita Surabaya

Dituding Tak Koordinasi Merujuk Pasien ke RSUD Dr Soetomo, Pemkot Surabaya Beber Fakta Sebenarnya

Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim 'perang' pernyataan terkait 35 pasien yang dirujuk dan ditinggal begitu saja ke RSUD Dr Soetomo. Pemkot beber fakta

Surabaya.Tribunnews.com/Yusron Naufal Putra
Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim saling 'perang' pernyataan terkait 35 pasien yang dirujuk dan ditinggal begitu saja ke RSUD Dr Soetomo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim saling 'perang' pernyataan terkait 35 pasien yang dirujuk dan ditinggal begitu saja ke RSUD Dr Soetomo.

Setelah dituding tanpa melakukan kordinasi dengan RSUD Dr Soetomo, kini Pemkot Surabaya angkat bicara seraya membeber fakta-fakta pasien yang dirujuk ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan tudingan itu tak benar sebab data yang terekam di Command Center 112 tidak berkata demikian.

"Kami coba luruskan dengan data yang kami miliki, kemarin menyebutkan dibawa oleh command center 112 maka kami buka data," kata Fikser di Balai Kota Surabaya, Senin (18/5/2020).

Fikser mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki hanya sekitar lima orang yang dibawa oleh tim lapangan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya. Kelimanya bukan merupakan pasien Covid-19.

Secara rinci, tiga orang merupakan korban kecelakaan. Sedangkan dua lainnya merupakan pasien diabetes dan satu orang lainnya menderita tipes. Tempat peristiwanya tak jauh dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Kelimanya merupakan bagian dari 180 laporan dari berbagai peristiwa yang diterima command center 112 Surabaya selama dua hari, terhitung mulai 16 dan 17 Mei 2020.

"Cuma lima yang kami bawa kesana (RSUD Dr Soetomo), bukan 35 sekali lagi ini bukan rujukan, ini mengantar," ungkapnya.

Kadis Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya ini mengatakan, pihaknya sudah memiliki SOP sendiri di tengah pandemi Covid-19 ini. Dan pihaknya tak mungkin melakukan hal ceroboh terkait itu.

Sementara itu, Kepala BPB Linmas Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, command center 112 itu memang berbasis laporan yang diterima selama 24 jam nonstop. Mekanismenya pun sudah diatur apalagi ini ditengah pandemi Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved