Berita Tulungagung

Pelanggar Jam Malam di Tulungagung Akan Dikenai Sanksi Jadi Penggali Kubur

Pemkab Tulungagung malam ini mulai menerapkan jam malam. Para pelanggarnya akan diberi sanksi kerja sosial sebagai penggali kubur.

surabaya.tribunnews.com/david yohanes
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan bahwa pelanggar jam malam di Tulungagung bakal dikenai berbagai jenis sanksi, di antaranya menjadi penggali kubur. 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung memberlakukan jam malam untuk memutus penyebaran virus corona mulai malam nanti, Minggu (17/5/2020).

Dalam ketentuan jam malam di Tulungagung itu, setiap orang tanpa kepentingan dilarang beraktivitas mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.

Menurut Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, pemberlakukan jam malam ini karena tingkat kesadaran masyarakat mulai turun.

Masyarakat mulai mengabaikan protokol pencegahan Covid-19, seperti physical distancing dan social distancing.

"Padahal disiplin (social distancing dan physical distacing) adalah cara paling efektif untuk mencegah Covid-19," ujar EG Pandia.

Namun Pandia memastikan, pelaksanaan jam malam ini tidak bersifat kaku.

Warga yang memang bekerja menjelang dini hari, seperti penjual sayur dan ikan tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

Demikian juga masyarakat yang mengantar orang sakit atau mencari obat juga masih diperbolehkan.

"Nanti petugas di lapangan yang akan menanyakan kepentingan setiap orang. Diharapkan yang punya kepentingan saja yang ada di luar rumah," sambung EG Pandia.

Setiap warung dan usaha lain harus tutup tepat pukul 22.00 WIB.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved