Madura United

Dua Pemain Madura United Bicara Harapan dan Keinginan Soal Nasib Lanjutan Liga 1 2020

Dua penggawa Madura United, Satria Tama dan Andik Rendika Rama ungkap harapan dan keingan soal keberlanjutan kompetisi Liga 1 2020

Syaiful Arif untuk Surya.co.id
Satria Tama, kiper Madura United. Soal keberlanjutan kompetisi Liga 1 2020, dua penggawa Madura United, Satria Tama dan Andik Rendika Rama, kompak sepenuhnya mengikuti keputusan dari PSSI. 

SURYA.co.id | SURABAYA -  Dua penggawa Madura United, Satria Tama dan Andik Rendika Rama ungkap harapan dan keingan soal keberlanjutan kompetisi Liga 1 2020.  Mereka kompak sepenuhnya mengikuti keputusan dari PSSI.

Sebelumnya, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sejak akhir Maret 2020 lalu menangguhkan sementara Liga 1 musim ini hingga 29 Mei 2020 mendatang akibat pandemi Covid-19.

Dengan opsi, jika pemerintah memperpanjang masa darurat melebihi 29 Mei 2020, maka kompetisi diberhentikan total.

Sebagai pengganti jika kompetisi musim ini harus dihentikan total, PSSI sudah membuat opsi akan menggelar kompetisi khusus.

Namun hingga kini, 12 hari menjelang berakhirnya penangguhan sementara, PSSI belum menentukan sikap apakah kompetisi dilanjut atau diberhentikan total.

"Harapan saya, semoga kompetisi masih bisa diputar. Tetapi jika tidak memungkinkan, kita harus respect dengan segala keputusan dari yang menentukan keputusan (PSSI)," kata Satria Tama pada Surya, Minggu (17/5/2020).

"Semoga bisa ada solusi terbaik untuk wabah Covid-19 ini," tambah pemain asal Sidoarjo itu.

Ungkapan sama juga disampaikan oleh penggawa tim berjuluk Laskah Sapeh Kerrap yang lain, Andik Rendika Rama.

Pemain asal Gresik, Jawa Timur itu berharap pandemi Covid-19 semoga cepat berlalu, sehingga kompetisi segara bergulir kembali.

Apalagi, wabah Covid-19 tak hanya berdampak pada sepak bola, tapi masyarakat secara luas.

"Semoga pandemi ini cepat berlalu dan kehidupan normal segera kembali, tidak di sepak bola saja," ucapnya.

Sementara itu, disampaikan Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi seperti dikutip dari laman resmi PSSI, pihaknya masih menunggu keputusan pemerintah tentang darurat Covid-19 hingga akhir Mei.

Baru setelahnya akan menentukan sikap apakah kompetisi dilanjutkan atau tidak.

"Jadi kami masih menunggu hingga 29 Mei sesuai keputusan pemerintah," kata Yunus Nusi.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved