Berita Surabaya

Wali Kota Risma Beber Kiat Kelola Krisis akibat Pandemi Covid-19 di Surabaya dalam Webinar

Webinar diselenggarakan IKA ITS dengan menghadirkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai narasumber bersama partisipan via Zoom Meeting.

surya.co.id/zainel arif
Suasana webinar diselenggarakan IKA ITS dengan menghadirkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai narasumber bersama partisipan via Zoom Meeting, Jumat (15/5/2020). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Walikota Surabaya Tri Rismaharini membeber kiat mengatasi kiris akibat pandemi covid-19 di Surabaya.

Dia hadir sebagai narasumber dalam webinar bertajuk Female Leaders: Managing Crisis between Roles in Life via Zoom Meeting, Jumat (15/5/2020).

Acara ini digelar Kompartemen Peranan Pemberdayaan Perempuan IKA ITS.

Dalam diskusi ini selain mengahadirkan Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menghadirkan, komisioner Komnas HAM Sandrayati Moniaga, SVP Gojek Aristiwidya, dan Psikolog Universitas Gajah Mada Galang Lutfiyanto.

Di samping itu, Antusias begitu terlihat 200 lebih partisipan mengikuti webinar di mana mereka secara bergantian menyemangati Ibunya Arek Suroboyo tersebut.

Di kesempatan kali ini Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan bagaimana mengelola krisis yang terjadi di Kota Surabaya akibat pandemi covid-19.

"Saya tidak pernah membayangkan warga saya akan mendapat cobaan sebesar ini, akibat pandemi ini ekonomi turun maka daya beli juga turun, sehingga terjadi banyak warga yang di-PHK, terus terang hal ini membuat saya merasa sangat berat," papar Tri Rismaharini.

"Maka kami harus menyiapkan pengganti karena mereka tidak bisa cari uang untuk makan berupa bantuan makanan atau sembako hampir setiap hari begitu seterusnya," imbuhnya.

Alumnus ITS tersebut menyampaikan setiap pagi mengerahkan kurang lebih 1.000 pasukan untuk menyemprot disenfektan tempat-tempat tertentu hampir setiap hari.

"Di samping itu coba bayangkan, saya mencoba menjadikan Surabaya indah, tiba-tiba saya diharuskan memasang wastafel di berbagai tempat dan itu sebetulnya kurang elok, ya tapi saya menerima itu karena ini yang terbaik untuk warga kota Surabaya," ujar Ibu Fuad Bernardi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved