Berita Surabaya

Anggota Komplotan Pencuri Motor yang Viral di Kapasan Kidul Ditembak Polisi

Satu dari 3 pencuri motor di Kapasan Kidul II Surabaya yang sempat viral akhirnya diringkus polisi. Bahkan, pelaku juga ditembak kakinya.

ist
Tersangka pencurian motor di Kapasan Kidul II Surabaya seusai ditembak pada bagian kakinya saat berusaha melawan dan kabur ketika ditangkap. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Aksi komplotan pelaku pencurian motor atau curanmor di Kapasan Kidul II Surabaya yang sempat viral, akhirnya terungkap.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya membekuk satu dari tiga orang pelakunya. Bahkan, pelaku bernama Ririn Romdahon (25) asal Bonowati Surabaya itu bahkan harus menerima terjangan timah panas polisi karena berusaha kabur saat ditangkap.

"Tersangka berupaya melawan. Setelah tembakan peringatan tak digubris, kami terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki tersangka," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksono, Jumat (15/5) siang.

Aksi Romadhoni bersama dua rekannya yang masih DPO (masing-masing berinisial TO dan M), dilakukan dengan mengendarai motor Honda Beat miliknya.

Sebelum mengeksekusi motor sasarannya, para pelaku terlihat mondar mandir di sekitar lokasi kejadian sambil mengamati situasi.

Setelah situasi dirasa aman, dua pelaku (TO dan M), yang mengenakan jaket merah dan hitam turun dari boncengan dan langsung menuju salah satu motor tersebut. Tidak butuh waktu lama, komplotan curanmor tersebut berhasil menggasak sepeda motor Honda Beat milik korban.

"Untuk dua pelaku lain masih kami buru. Barang bukti motor korban juga kami temukan di rumah tersangka R ini," tambahnya.

Selain melakukan aksi pencurian motor, komplotan ini juga diduga merupakan pelaku jambret. Hal itu disimpulkan polisi setelah menemukan beberapa kalung emas di rumah tersangka.

"Kami temukan barang bukti kalung emas. Saat ini masih kami selidiki dari mana kalung itu. Ada dugaan merupakan hasil kejahatan," pungkas alumnus Akpol 2013 itu.

Di hadapan penyidik, Romadhon mengaku baru sekali melakukan aksi pencurian itu.

Ia berdalih awalnya hanya diajak jalan-jalan oleh dua temannya itu.

"Mereka ajak saya jalan-jalan seperti biasanya pak. Tapi ternyata mereka berniat mencuri," dalih Romadhon.

Perumahan Syariah Fiktif di Surabaya Dibongkar Polisi. Dua Orang Sudah Jadi Korban

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved