Berita Bisnis

Permintaan Nanas Banasari dari Lereng Gunung Kelud Meningkat di Tengah Pandemi Covid-19

Permintaan nanas Banasari dari kawasan lereng Gunung Kelud Blitar justru semakin meningkat.

Foto Istimewa
Nanas Banasari hasil tanaman petani di kawasan lereng timur Gunung Kelud, Blitar, Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Di tengah pandemi covid-19, permintaan nanas Banasari dari kawasan lereng Gunung Kelud Blitar justru semakin meningkat.

Harga jualnya pun terbilang bagus dan menguntungkan petani.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua Kelompok Tani Mulyo Dusun Tegalrejo Desa Semen Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Andrias.

"Setiap kali panen, nanas Banasari langsung ludes diserap pasar," kata Andrias, Rabu (12/5/2020).

Andrias mengungkapkan, di tengah Pandemi Covid-19, permintaan nanasnya meningkat signifikan, bahkan katanya Varietas Banasari sudah dilepas Kementerian Pertanian sejak 2015.

"Jadi nama Nanas Banasari sendiri diambil dari akronim Blitar-Nanas-Semen-Gandusari, yang mencirikan nanas unggul spesifik lokasi setempat," beber Andrias.

Terkait keunggulan jenis nanas Banasari, dijelasakan Andrias, di antaranya bisa dipanen hingga 8 kali dalam 4 tahun, bahkan ukuran buahnya pun cukup besar serta rasanya yang manis asem segar dengan kadar brix 14-15.

“Gambarannya, kalau nenas jenis queen biasa, grade A nya hanya seberat 7 ons keatas, maka untuk Nenas Banasari bisa 1,3 kilogram keatas,” imbuhnya.

Menurut Andrias, harga jual di tingkat petani sendiri saat ini juga cukup bagus, yakni grade A Rp 10.000/biji, grade B Rp 8.500/biji , Grade C Rp 7.000/biji, Grade D dan E di kisaran Rp 2.000-Rp 3.000 per biji.

“Harganya bagus, menguntungkan petani. Penjualannya juga mudah karena langsung diambil mitra-mitra pedagang,” katanya.

Halaman
123
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved