Berita Jember

Pemkab Jember Beri Uang dan Sembako untuk Napi yang Bebas Karena Asimilasi. Pulangnya Juga Diantar

Pemkab Jember memfasilitasi pemulangan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember yang bebas melalui program asimilasi.

surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Wabup Jember, Abdul Muqit Arief melepas pemulangan mantan napi Lapas Jember yang dibebaskan lewat program asimilasi. 

SURYA.co.id | JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memfasilitasi pemulangan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jember yang bebas melalui program asimilasi.

Fasilitas yang disediakan Pemkab Jember adalah penyediaan kendaraan. Bus Pemkab Jember mengantar para warga binaan yang bebas itu ke rumah masing-masing. Bagi warga binaan luar Jember, mereka diantar sampai ke Terminal Tawangalun.

Selain itu, Pemkab Jember juga memberikan uang saku dan sembako bagi warga binaan yang bebas.

Lapas Jember telah membebaskan 250 orang melalui program asmiliasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM di masa pandemi Corona ini. Ke-250 orang itu dibebaskan dalam 11 kali gelombang.

"Sudah 250 orang warga binaan yang dibebaskan sesuai dengan Peraturan Menteri nomor 10 tahun 2020, yakni pemberian asimilasi kepada narapidana yang dirumahkan. Ke-250 WB (warga binaan) itu dibebaskan dalam 11 kali gelombang. Keseluruhannya Pemkab Jember selalu mendukung, seperti menyiapkan fasilitas bus untuk pemulangan WB, juga ada bingkisan sembako,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Yandi Suyandi kepada Surya, Kamis (14/5/2020).

Karenanya, Yandi mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Pemkab Jember tersebut. Bahkan secara khusus Kementerian Hukum dan HAM RI memberikan apresiasi terhadap Pemkab Jember yang mendukung proses asimilasi tersebut.

Apresiasi itu tertuang dalam surat keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor M.HH-01.PK.07.03 tahun 2020 tanggal 23 April 2020.

Pembebasan ke-11 kalinya itu dilakukan pada Rabu (13/5/2020) kemarin. Ada 27 orang warga binaan yang bebas. "Jumlah yang dibebaskan melalui program asimilasi ini akan terus bertambah, karena akan dilakukan sampai 31 Desember. Kami terus mendata untuk mereka yang memenuhi syarat, seperti telah menjalani 2/3 masa hukuman," lanjut Yandi.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief menghadiri pembebasan dan pemulangan 27 orang warga binaan Lapas Jember pada Rabu (13/5/2020). Kiai Muqit - panggilana akrabnya- mengatakan, pemberian bantuan dan penyediaan fasilitas pemulangan itu merupakan pendekatan kemanusiaan yang dilakukan Pemkab Jember.

“Kami melakukan pendekatan kemanusiaan terhadap warga binaan lapas. Kami sentuh rasa kemanusiaan, dan kami orangkan,” ujar Kiai Muqit.

Pemerintah Kabupaten Jember membekali kepulangan mereka dengan sejumlah uang saku untuk belanja kebutuhan serta sembako. Mereka juga diantar pulang dengan menggunakan kendaraan dari Pemkab Jember.

Uang dan sembako tersebut penting, lanjutnya, karena ketika sudah sampai rumah, mereka masih belum bisa bekerja.

“Maka ketika mereka pulang dengan membawa sembako dan sedikit uang belanja, setidaknya ada rasa percaya diri bagi mereka,” tegasnya.

Pendekatan kemanusiaan semacam itu, imbuhnya, sangat berarti. Menurut Kiai Muqit, cara itu cukup terbukti karena dari beberapa kali proses pemulangan, sampai saat ini tidak ada tindak pidana yang dilakukan oleh mereka yang telah menjalani asimilasi.

Setelah tiba di rumah masing-masing, masyarakat sekitar diharapkan merangkul mantan narapidana tersebut. Kepala desa, atau perangkat desa bisa memantau dan membantu mantan narapidana tersebut.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved