Pilwali Surabaya 2020

Keluhannya Didengar, Pedagang Pasar Tradisional Ingin Cak Machfud Pimpin Surabaya

Machfud Arifin menerima kunjungan 10 orang perwakilan pedagang pasar se-Surabaya untuk melakukan dialog dengan pedagang pasar tradisional

istimewa/dok pribadi
Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menerima kunjungan 10 orang perwakilan pedagang pasar se-Surabaya untuk melakukan dialog dengan pedagang pasar tradisional 

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menerima kunjungan 10 orang perwakilan pedagang pasar se-Surabaya untuk melakukan dialog dengan pedagang pasar tradisional. Mereka mengadukan kondisi pasar tradisional yang luput dari pembangunan megahnya Kota Surabaya.

Pria yang akrab disapa cak Machfud itu menyampaikan beberapa hal mengenai program-programnya untuk mengembangkan pasar tradisional di Surabaya. Pasar tradisional di Surabaya memiliki sejarah panjang dalam pembangunan kota, sehingga keberadaannya sangat perlu diperhatikan.

"Yang paling utama adalah merevitalisasi pasar-pasar yang kumuh, membangkitkan lagi pasar legendaris Surabaya yaitu Pasar Turi. Di sana ada lebih 11 ribu ruko-ruko yang kosong ditinggal penghuninya karena sepi akibat sudah tak terawat," kata Machfud.

Para pedagang juga mengadukan sejumlah kondisi pasar yang tidak tertata.

Masyarakat pendatang pun semakin sedikit datang, padahal pasar yang saat ini merupakan jantung ekonomi riil masyarakat.

"Pak, jika bapak jadi Wali Kota nanti, saya berharap agar kondisi pasar Keputran lebih diperhatikan, terlihat bagus hanya dari depan saja, masuk ke dalam sangat kumuh kurang tertata," ujar Sobir, pedagang pakaian di pasar Keputran.

Lain lagi dengan Munif Attamimi, pedagang batik yang berjualan di pasar Jembatan Merah Plaza (JMP).

Munif mengeluhkan yang usahanya yang terdampak Corona, sehingga omsetnya pun menurun.

"Pendapatan berjualan batik yang biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan saat ini sedang kurang bisa diandalkan, omzet sangat merosot tajam," ujar Munif.

Ia juga menyesalkan, jika belum ada hal kongkret yang dilakukan oleh pemerintah Kota Surabaya untuk memulihkan ekonomi pasar yang makin merosot.

"Pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan Covid-19 dengan penyemprotan disinfektan, tapi belum ada solusi untuk merosotnya ekonomi pedagang pasar," katanya.

Halaman
12
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved