Virus Corona di Jatim

Gejala Pasien Covid-19 Jatim Beda dengan China dan Eropa, Dirut RSUD Dr Soetomo: Jatim Batuk Pilek

Di Jawa Timur, mayoritas penderita Corona atau Covid-19 mempunyai gejala batuk dan pilek. Ini beda dengan Corona di China dan Eropa.

SURYA.co.id/Fatimatuz Zahro
Ketua Gugus Kuratif Penanganan Covid-19 di Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi SpBS, Sabtu (28/3/2020). Gejala Pasien Covid-19 di Jatim Beda Jauh dengan China dan Eropa, Dirut RSUD Dr Soetomo: Jatim Batuk dan Pilek 

SURYA.co.id | SURABAYA - Mayoritas gejala klinis yang dialami pasien Covid-19 atau Corona di Indonesia, khususnya Jawa Timur berbeda dengan yang ada di Eropa maupun di Wuhan, China.

Jika di Eropa, Amerika dan China, mayoritas gejala penderita Covid-19 atau Corona adalah demam dengan suhu badan di atas 38 derajat Celcius dan sesak nafas.

Namun di Jawa Timur, mayoritas penderita Corona atau Covid-19 mempunyai gejala batuk dan pilek. Ini beda dengan Corona di China dan Eropa.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi SpBS mengungkapkan, perbedaan gejala ini disebabkan karena tipe virus Sars Cov 2 yang menyerang juga berbeda.

Joni menjelaskan tipe virus Sars Cov 2 bermacam-macam mulai dari A, B, dan C.

"Di asia tenggara mayoritas sel virusnya tipe B beda dengan tipe A yang menyerang negara lain," kata Joni, Rabu (13/5/2020).

Joni menjelaskan banyaknya jenis atau tipe virus ini karena virus terus bermutasi untuk berkembang.

"Asal induknya 1 tapi bermutasi, dia tidak bisa beranak jadi dia memecah diri untuk beranak pinak," lanjut Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya ini.

Joni melanjutkan, angka kematian di Eropa dan Amerika akibat Covid-19 sangat tinggi sekali, padahal teknologi dan manajemen kesehatan di kedua benua tersebut relatif lebih baik dibandingkan dengan negara di Asia termasuk Indonesia.

"Jadi virulensinya lebih daripada yang di kita. Kita kan kelihatannya angka persentase kematiannya lebih tinggi tapi karena mungkin case nya tidak terdeteksi oleh kita. Kalau Casenya terdeteksi seluruhnya mungkin persentase nya tidak terlalu tinggi," kata Joni.

Namun bisa saja ketika seseorang terserang virus Sars Cov 2 dengan tipe yang sama, gejala klinis yang ditimbulkan berbeda.

"Gejala klinis itu tergantung ketahanan tubuh, respon tubuh, dan jenis virusnya. Virulensinya sama tapi tergantung ketahanan tubuh menghadapi virus tersebut," imbuhnya.

Joni menjelaskan 52,1 persen pasien Covid-19 di Jawa Timur mengalami gejala klinis batuk, kemudian 35,1 persen pilek dan barulah demam 26,2 persen.

Setelah itu sesak nafas 24,7 persen, lemah 22,9 persen, menggigil 18,1 persen, sakit tenggorokan 17,1 persen, sakit otot 14,9 persen, mual dan muntah 13,5 persen, sakit kepala 13,5 persen, sakit perut 10,4 persen, lalu terakhir diare 7,5 persen.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Fatkhul Alami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved