Berita Madiun

Anggota DPRD Kota Madiun Terjaring dalam Razia di Arena Balap Liar, Ini Reaksinya

Ini merupakan bentuk ketegasan Kapolres dalam penegakan aturan, tidak pandang bulu.

Rahardian Bagus
Anggota DPRD Kota Madiun, Ihsan Abdurrahman Siddiq (24) dipanggil pengurus DPC PDI-P Kota Madiun untuk diklarifikasi.  

SURYA.CO.ID | MADIUN -

Anggota DPRD Kota Madiun, Ihsan Abdurrahman Siddiq (24) terjaring dalam operasi tim gabungan yang digelar Polres Madiun Kota di lokasi balap liar yang diduga menjadi ajang perjudian.

Politisi dari Partai PDI-P ini terjaring di lokasi balap liar, pada Kamis (7/5/2020) dini hari. Anggota DPRD Kota Madiun termuda ini, mengaku saat itu dirinya sedang mencari makan sahur.

Ia juga mengaku tidak kenal dengan belasan remaja lain yang ikut terjaring dalam operasi gabungan, pagi itu.

"Saya nggak ikutan balap, saya cari sahur, saya nggak kenal mereka. Saya kan bawa motor, kuncinya dibawa sopir saya. Saya cari sopir saya, terus saya ke situ, saya cari kunci mobil, nggak tahu ada balapan," kata Ihsan saat ditemui di kantor DPC PDI-P Kota Madiun, Rabu (13/5/2020) siang.

Dia juga membantah memiliki bengkel motor, serta mengaku tidak hobi atau gemar dengan balap motor, termasuk balap liar.

"Ya enggak, saya cari makan saja, sudahlah ya," katanya  mengakhiri wawancara.

Siang itu, Ihsan sebagai kader partai dipanggil oleh pengurus DPC PDI-P Kota Madiun untuk diklarifikasi terkait dengan kasus yang dialaminya. Ihsan datang mengenakan kemeja lengan panjang warna biru dengan pin anggota DPRD Kota Madiun.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 pemuda di antaranya masih remaja ditangkap karena terlibat dalam kegiatan balap liar di Ring Road Kota Madiun, Kamis (7/5/2020) dini hari. Mereka ditangkap petugas gabungan dari Polres Madiun Kota, saat sedang menggelar operasi cipta kondisi.

Malam harinya, Kamis (7/5/2020) belasan remaja ini diperbolehkan pulang setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik. Belasan remaja ini mendapat sanksi tilang dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya, serta minta maaf kepada orang tua masing-masing.

Hal ini juga berlaku bagi Ihsan. Dia juga dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis ke Polres Madiun Kota.

"Ini merupakan bentuk ketegasan Kapolres dalam penegakan aturan, tidak pandang bulu," kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, Iptu Fatah Meilana, ketika dikonfirmasi, Jumat (8/5/2020) lalu.

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Anas Miftakhudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved